Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Profil Sosok,Tiyo Ardianto Menyebut Ibarat Jamur Scabies Bersama Korupsi Mainan kucing' itu"Prabodoh Subiantol."Rakyat Korbannya !!!

ApoBroeNews.Web.id -- Jakarta,Suara Lantang Mengema di Seluruh Pelosok NEGERI INDONESIA Guys,Rekan Jejak Tiyo di Tengah Situasi di mana hampir Semua Partai Politik sudah masuk ke Koalisi Pemerintah,di Pastikan Reformasi Jilid II Se-Indonesia Kian Bergulir,Satu Pertanyaan Mendalam dan Kritik Pedas Terkait Politik Indonesia,di mana oposisi formal praktis tidak ada, di mana DPR sudah tidak bisa diharapkan untuk jadi pengawas yang jujur  muncul satu pertanyaan yang serius: 

Doc: Kondisi Negeri qu Indonesia 🇮🇩 Seluruh Rakyat Indonesia Menjadi Tumbal Oknum Penguasa✍️ 

Siapa yang masih berani bicara jujur soal kondisi negara ini?Dan jawabannya yang paling mengejutkan justru datang dari seorang mahasiswa filsafat semester akhir yang bahkan tidak punya ijazah SMA formal.Rabu(17/06/2026)Pagi,Tim Redaksi Media Cyber Nasional Online Group mengupas Tuntas Profile Sosok Tauladan dari Figur Aktivis EKS Mahasiswa UGM.

Sekilas Mengenai Seruan Suara Lantang Demi Tegakkan hukum Keadilan Negeri dan Kebenaran,Ini Profil lengkap Namanya Tiyo Ardianto.Ketua BEM KM Universitas Gadjah Mada.Latar belakangnya sendiri sudah luar biasa.Profil Sosok,Tiyo Ardianto Menyebut Jamur Scabies Bersama Korupsi Mainan kucing itu"Prabodoh Subiantol."Rakyat Korbannya !!!

Tiyo bukan lulusan SMA negeri favorit.Dia lulusan pendidikan nonformal paket C dari sekolah alternatif di Kudus.Tapi dengan ijazah itu dia berhasil masuk Fakultas Filsafat UGM dan bertengger di peringkat 100 besar terbaik saat seleksi masuk.

Sebelum jadi aktivis, dia sudah jadi penyair yang karyanya masuk buku antologi se-Asia Tenggara,menjadi sutradara teater sejak usia 16 tahun,menang lomba baca puisi nasional mengalahkan lebih dari 4.000 peserta,dan pernah dipuji langsung oleh istri WS Rendra karena karakter suaranya yang mengingatkan pada si Burung Merak.

Kemampuan berbicara di depan massa, kemampuan merangkai kata, kemampuan membaca situasi semua itu bukan kebetulan. 

Itu dilatih selama bertahun-tahun sebelum dia naik ke panggung politik kampus.Ketika terpilih sebagai Ketua BEM KM UGM pada Januari 2025,hal pertama yang dia lakukan adalah memutuskan BEM UGM keluar dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia. 

Alasannya sederhana tapi menohok: Forum mahasiswa nasional itu sudah disusupi kepentingan politik.Ada menteri,ada kapolda,ada kepala BIN daerah yang hadir di dalam forum yang seharusnya independen.Bahkan ada karangan bunga dari Kepala BIN Daerah Sumatera Barat terpajang di depan ruang sidang.

Bagi Tiyo itu bukan sekadar hiasan. 

Itu simbol bahwa kekuasaan sedang mencoba menjinakkan daya kritis mahasiswa sebelum mereka sempat bergerak.Dan alih-alih ikut diam dan menikmati "perlindungan" itu Tiyo memilih keluar. 

Kalimatnya yang viral waktu itu: 

"Kami memilih jalan sunyi tapi bercahaya Setia bersama Rakyat Indonesia."Dari situ kritiknya tidak berhenti.Justru makin keras dan makin Spesifik.

Kritik Soal MBG: dia mempertanyakan kenapa anggaran pendidikan 20% yang seharusnya wajib justru dipotong untuk membiayai program makan gratis. 

Menurutnya, uang Rp225 triliun itu kalau dipakai dengan benar bisa menggratiskan seluruh biaya kuliah di PTN se-Indonesia.Dia juga menuding ada data keracunan MBG yang sengaja ditutupi supaya programnya terlihat sukses di mata presiden.

Kritik Soal BBM: Dia menyebut kenaikan Pertamax sebagai bukti nyata kegagalan pemerintah mengelola anggaran sementara efisiensi di kabinet yang gemuk dan biaya perjalanan dinas pejabat ke luar negeri tidak pernah disentuh sama sekali.

Kritik Soal Kepala BGN: Dia mempertanyakan kenapa posisi sepenting itu diisi bukan berdasarkan kompetensi di bidang gizi, tapi berdasarkan kesetiaan politik.Dan dia menyebut kalimat yang paling keras tapi paling jujur: "Semua rakyat boleh menderita pejabatnya tidak boleh."

Reaksi pemerintah?Predictable.Gerakan black campaign langsung dilancarkan secara terorganisir.Akun-akun anonim menyebarkan fitnah bahwa Tiyo menggelapkan Dana Beasiswa KIP.Pesan WhatsApp berisi berita palsu dikirim langsung ke nomor handphone ibunya di kampung. 

Dua puluh sampai tiga puluh pengurus BEM UGM lain juga menerima ancaman serupa di ponsel masing-masing.Ada yang mengikutinya secara fisik. Ada teror digital berupa ancaman penculikan dari nomor luar negeri.Tapi fitnah soal beasiswa itu runtuh sendiri begitu diperiksa. 

BEM UGM secara aturan kampus tidak memegang uang,tidak punya akses ke Dana Beasiswa,dan tidak punya kewenangan apapun soal KIP,Yang terjadi justru sebaliknya BEM UGM menggalang dana sosial secara terbuka untuk membantu mahasiswa penerima KIP yang sempat terlantar karena pencairannya terlambat dari pemerintah.

Itulah yang diputarbalikkan menjadi tuduhan korupsi.Dan kemudian datang kontroversi yang menggerus sebagian simpati publik terhadap Tiyo.

Dalam sebuah diksi terbuka,dia membuat perumpamaan seekor kucing gemuk yang kepalanya dipenuhi Jamur Scabies sampai tidak bisa melihat lalu menyebut nama kucing itu"Prabodoh Subiantol."Artinya Prabowo Bodoh dan Tolol.

Sebuah plesetan nama presiden yang langsung memantik kemarahan luar biasa dari berbagai kalangan, termasuk dari orang-orang yang sebelumnya mendukung gerakannya.Ini bagian yang perlu dilihat dengan jujur dari dua sisi.Di satu sisi dalam tradisi sastra dan teater,perumpamaan hewan untuk menyindir penguasa adalah hal yang sangat lazim. 

Dari Aesop sampai George Orwell, satir menggunakan fabel adalah senjata kritik yang sudah diakui sepanjang sejarah.Dan frustrasi yang menumpuk dari seorang aktivis yang keluarganya diteror, yang kawan-kawannya diancam, yang gerakannya difitnah itu bisa membuat kalimat meledak tanpa filter.

Di sisi lain panggung politik Indonesia bukan panggung Teater. 

Ketika batas antara kritik kebijakan dan serangan personal dilanggar terlalu jauh di ruang publik simpati publik yang susah payah dibangun bisa runtuh dalam hitungan menit.Dan itulah yang terjadi.Tapi ada yang jauh lebih penting dari kontroversi kalimat itu yang harus diperhatikan.

Ketika seorang mahasiswa semester akhir yang tidak punya partai, tidak punya anggaran, tidak punya perlindungan institusional yang kuat berani mengkritik program senilai Rp335 triliun, berani menyurati UNICEF,berani menarik keluar organisasinya dari forum yang sudah disusupi kepentingan dan kemudian dibalas bukan dengan debat substansi tapi dengan teror ke ibunya dan ancaman penculikan dari nomor luar negeri 

maka yang sebenarnya diperlihatkan oleh pemerintah bukan kewibawaan.Yang diperlihatkan adalah ketakutan.Karena kalau kritiknya tidak ada bobotnya tidak perlu segitu besarnya upaya untuk membungkamnya.

Dan inilah konteks yang paling penting: 

Tiyo muncul bukan dalam situasi normal. Dia muncul di tengah situasi di mana semua partai sudah bergabung ke koalisi,di mana DPR sudah tidak bisa diharapkan Seluruh Rakyat Indonesia dalam mengawasi eksekutif secara jujur, 

di mana media mainstream sudah semakin berhati-hati,dan di mana orang-orang yang berani berbicara keras satu per satu menghadapi konsekuensi hukum atau tekanan sosial yang berat.

Di ruang kosong itulah seorang mahasiswa filsafat dengan ijazah paket C mengisi posisi yang seharusnya diisi oleh oposisi formal yang sudah tidak ada.

Pesan Tiyo Ardianto bukan sempurna. 

Kontroversi kalimat kucing scabies itu adalah pelajaran mahal tentang betapa berbahayanya kalau kritik yang tajam kehilangan kontrol dan melewati batas yang tidak perlu dilewati. 

Kritik kebijakan yang berbasis data dan argumen jauh lebih sulit dibungkam dibanding ejekan personal yang mudah dijadikan senjata balik.

Tapi di luar kesalahan itu yang dia lakukan selama ini adalah fungsi yang seharusnya dijalankan oleh oposisi yang sehat: mengawasi, mempertanyakan, dan menuntut pertanggungjawaban atas uang rakyat.

Dan fakta bahwa pemerintah merespons dengan teror ke ibunya alih-alih dengan debat substansi itu sendiri sudah menjawab pertanyaan siapa yang sebenarnya ketakutan dalam cerita ini.

Hingga Berita ini di Rilis,Beginilah Cerita Negeri qu Indonesia yang pemimpin Dzolim tak Mikirin Nasib Bangsa Indonesia dan Seluruh Rakyat Indonesia,Tiyo Pastikan Reformasi Jilid II Se-Indonesia Bakal terjadi Besar-besaran di Seluruh Propinsi di Indonesia dalam Waktu Dekat.

Lebih Lanjut,Kata Ketua BEM Eks Alumni Fakultas UGM,Dampak ini Akibat Pemimpin Negeri Kita tak Peka terhadap KRITIKan Tajam Publik dan Mahasiswa,untuk mendengarkan jeritan hati Rakyat Indonesia yang tersiksa Ekonomi,pengngaguran tanpa pekerjaan,Silahkan gunakan Kekuasaan bila pertempuran berdarah pecah Rakyat, Mahasiswa dan pemerintah seperti Reformasi 1998 di Kejadian tahun sebelumnya,Hilang nya kepercayaan Rakyat Indonesia Bakal Fahami Artinya perjuangan menegakkan keadilan dan kebenaran sesungguhnya.Ungkap Tiyo.

Liputan:*E'eN Tim Redaksi Media-C45T*

Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak