Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Sorotan Tajam Publik !!! Kasus Korupsi BBM,"PT Pertamina Patra Niaga Dan Petinggi PT Asmin Koalindo Tuhup,Rugikan Negara Rp 486 Miliar,"Polisi Tetapkan Empat Orang Tersangka Raib Kasus Tak Muncul TRASPARAN !!!

ApoBroeNews.Web.id -- "Publik kembali dikejutkan dengan pengungkapan kasus dugaan korupsi jumbo di sektor energi nasional." Kortas Tipikor Polri mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dalam transaksi jual beli bahan bakar minyak atau BBM antara PT Pertamina Patra Niaga dan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) yang terjadi pada periode 2009 hingga 2012.informasi masuk ke Meja Redaksi Media Cyber Nasional Online Group Pada hari Jum'at(03/07/2026)jadi Sorotan Tajam PUBLIK.

Dalam kasus ini, Patut di Ketahui Negara Indonesia mengalami kerugian hingga Rp 486 miliar berdasarkan hasil audit investigatif.pihak kepolisian telah menetapkan empat orang tersangka,termasuk pejabat dari PT Pertamina Patra Niaga dan petinggi PT Asmin Koalindo Tuhup.

Penyidik mengungkap,kerja sama penjualan BBM jenis High Speed Diesel atau HSD awalnya menggunakan skema pembayaran yang dijamin melalui Letter of Credit.

Namun dalam perjalanannya,terjadi perubahan perjanjian yang diduga memberikan keuntungan kepada pihak pembeli.Meski terjadi keterlambatan hingga penunggakan pembayaran, distribusi BBM disebut tetap berjalan.

Bahkan,sejumlah klausul penting seperti denda keterlambatan diduga dihapus melalui adendum perjanjian.Polri menyebut total penyaluran BBM dalam kerja sama tersebut mencapai 191 juta liter dengan nilai transaksi lebih dari 137 juta dolar Amerika Serikat.

Sejak penyelidikan dimulai pada tahun 2022,penyidik telah memeriksa puluhan saksi, melakukan penggeledahan, serta menyita sejumlah barang bukti dan aset terkait perkara.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut tata kelola energi nasional dan potensi kerugian negara dalam jumlah besar.

Namun Janggal nya perlu diingat,Seluruh pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka tetap berhak atas asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Hingga kini belum diketahui secara pasti kasus perkara nya raib tanpa muncul ke Publik terkait korupsi penjualan BBM atas Terlibat nya kedua perusahaan tersebut,PT Pertamina Patra Niaga dan petinggi PT Asmin Koalindo Tuhup yang jelas telah merugikan Negara Indonesia,dan menjadi Sorotan Tajam Publik terkesan adanya' Dugaan Indikasi permainan Sejumlah oknum pejabat Nakal korupsi di negeri ini.

Rakyat Indonesia merasa geram dan kenapa bisa uang sejumlah besar miliaran rupiah di korupsi belum juga Terkuak Munculnya ke Publik,Apakah sengaja menutup borok kedua perusahaan itu, alhasil sampai saat ini,Permainan sejumlah oknum hanya melakukan pembungkaman agar korupsi tersebut hilang.

Liputan :*E'en Nst --Tim Redaksi

Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak