ApoBroeNews.Web.id -- Dumai/Riau,Isu Dugaan Proyek OTRIS Senilai Rp.19,795 Miliar dan Pengadaan Rp.2 Miliar Tahun' 2025-2026 di Sejumlah Platform Media Sosial (MedSos)Kian Virall,informasinya ada dugaan terkait hal tersebut telah mencoreng Citra nama baik kedinas kesehatan di kota Dumai,Sampai muncul Sorotan Tajam Publik dugaan bahwa Penggunaan anggaran tanpa kejelasan dan Dana itu Raib Tanpa ada Gubrisan dari sejumlah pihak terlibat terkait proyek OTRIS,Sampai Saat ini tak ada transparansi untuk muncul ke publik ?
Hal ini di Nilai kurangnya Pemerintah kota Dumai tentunya menelusuri akar persoalan pengunaan anggaran APBD yang tidak transparan pada pihak yang di percayakan dalam pengelolaan uang Anggaran pemerintah untuk RSU dr Suhatman Dumai dan Dinas kesehatan kota Dumai dalam pengelolaan Anggaran APBD tersebut.Viral nya di Sejumlah Platform Media Sosial Menjadi Sorotan Tajam Publik dan tanda tanya masyarakat kota Dumai,Pada Rabu(01/07/2026).
Lebih lanjut,Masyarakat Dumai Mendorong Aparat Penegakan Hukum(APH)untuk segera mengusut tuntas dugaan Penyalah gunaan Anggaran dan Jabatan yang dilakukan sejumlah pihak Oknum-oknum supaya transparan ke PUBLIK,dalam Pemeriksaan Menyeluruh terhadap Siapa saja yang terlibat Terhadap proyek Modular Operating Theater(OTRIS)Pada Dinas kesehatan kota Dumai tahun' Anggaran 2024 dengan nilai Rp.19,795 Miliar.Serta Pemeriksaan Pengadaan Tahun 2025-2026.yang Mencapai Rp 2 Miliar.
Meminta agar Walikota Dumai H.Paisal SKM.MARS dapat memberikan Penjelasan Real kepada Masyarakat kota Dumai terkait pengunaan anggaran APBD yang kuat Dugaan Muncul tidak transparan ke PUBLIK, Sehingga Viral di Seluruh Platform Media Sosial(MedSos) menjadi Sorotan Tajam Publik dan kegaduhan di kota Dumai, sampai langsung Muncul nya penilaian miring terhadap kepemimpinan Sang walikota tentunya harus segera di tepis dengan cara mengusut kasus dugaan Penyalahgunaan wewenang jabatan dan pengunaan anggaran APBD di proyek Modular Operating Theater (OTRIS) Rp.19,795 Miliar serta pemeriksaan pengadaan barang tahun' 2025-2026 mencapai Rp 2 Miliar tersebut.
Adapun point - point' tersebut dapat di jelaskan ke Publik secara Transparan maupun ke masyarakat kota Dumai agar tidak muncul kecurigaan terhadap kepemimpinan Sang walikota tentunya seperti halnya Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan,--Transparansi Pengunaan anggaran daerah,--Kepatuhan terhadap prosedur pengadaan,--Kualitas barang dan jasa yang di terima,--Akuntabilitas seluruh pihak yang terlibat.Kesemuanya itu agar dapat menepis tanggapan miring dugaan,"Mens rea,dan persekongkolan dalam melakukan kejahatannya yang di anggap terstruktur Antara dinas kesehatan dan RSUD dr. Suhatman,"
Sementara itu,Transparansi Dorongan dan Audit Pengadaan alat kesehatan kota Dumai Tahun' 2024/2026, anggaran APBD dapat di jelaskan ke Publik secara Transparan tanpa menutup pintu komunikasi instan ke PUBLIK menghindari komplik dugaan muncul Sorotan Tajam Publik Menilai anggaran APBD tak sesuai peruntukannya hal tersebut bisa mencoreng citra nama baik kedinas dan nama Walikota kota Dumai yang sudah kondusif maka perlulah di lakukan transparan segera dengan cara dua hal,--1, Pemeriksaan juga direktur RSUD dr Suhatman,--2.Dorongan pemeriksaan LHKPN kadis dan Dirut,Termasuk Seluruh Proyek pengadaan alat-alat kesehatan secara keseluruhan.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun Tim Redaksi Media Online Cyber Nasional Group,keterangan Resmi di ruang publik walikota Dumai H.Paisal SKM,MARS,malah berbanding terbalik realita nyata jelas,"Mendorong adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut dan menyatakan dengan tegas dirinya tidak terlibat,"dalam proses pengadaan alat-alat kesehatan di kota Dumai.
Hingga Berita ini di relies Belum ada Tanggapan Serius dari Pihak-pihak terkait dan klarifikasi berita terupdate pihak Dinas Tentang Anggaran APBD tersebut,Tim Redaksi Media Online Cyber Nasional online Group masih menunggu hasil informasi berlanjut.
Liputan:*E'en -- Tim Redaksi Media-C45T*

