Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Aksi Demo Bundaran HI,Kuat Dugaan di Boncengin Massa Bayaran,"Tiyo Tidak Sebut Nama Kampus,"Kita Murni Untuk Suarakan Aspirasi Penderitaan Rakyat !!!

ApoBroeNews.Web.id -- Jakarta,Mantan Ketua BEM UGM,Tiyo Ardianto, buka suara terkait viralnya aksi penolakan terhadap dirinya di kawasan Universitas Gadjah Mada(UGM) belum lama ini.

Aksi yang beredar luas di media sosial itu menuai polemik setelah muncul Tudingan terhadap dugaan bahwa peserta aksi Demo Bundaran HI tersebut merupakan massa bayaran,apa kah benar tentunya menjadi Sorotan Tajam Publik dan Bola Panas kepada Mahasiswa tersebut.

Kejadian Aksi Demo menjadi sorotan usai diunggah berbagai platform media sosial dan ramai diperbincangkan warganet.Dalam video yang beredar,terlihat sejumlah massa membentangkan poster berisi kritik terhadap Tiyo.

Tudingan terhadap Mahasiswa BEM Vs Mahasiswa,memantik kecurigaan Dugaan bagi Mereka,ada yang menilai sikap Tiyo tidak mewakili suara mahasiswa UGM dan meminta agar tidak lagi membawa nama kampus dalam ruang publik.

Menanggapi aksi itu,Tiyo menegaskan dirinya tidak pernah mengatasnamakan institusi UGM dalam berbagai pernyataan yang disampaikan ke publik.

Menurutnya,penyebutan dirinya sebagai mantan Ketua BEM UGM hanya merupakan bagian dari identitas yang melekat secara historis.

"Saya tidak pernah mengatasnamakan diri sebagai UGM. Bahwa saya punya histori atribusi sebagai ketua BEM yaitu adalah cara orang untuk mengenali saya, tapi secara institusional tidak ada hubungannya saya dengan BEM UGM,"kata Tiyo ditemui Wartawan di sela aksi Geyajan,Sabtu (13/6/2026) Kemarin.

Apalagi struktur organisasi mahasiswa di UGM saat ini telah berubah.Sehingga dirinya merasa tidak lagi memiliki relasi organisatoris dengan lembaga kemahasiswaan yang ada saat ini.

"Apalagi BEM UGM sekarang sudah bertransformasi menjadi Serikat Mahasiswa UGM,"Ungkap nya menambahkan.

Di sisi lain,Tiyo mengaku tetap mengapresiasi adanya kritik terbuka terhadap dirinya.Namun,ia turut prihatin melihat masih ada mahasiswa yang diduga terlibat dalam aksi tersebut usai alasan ekonomi dan kebutuhan hidup.

"Saya kasih bocoran deh,bahwa demonstrasi itu punya semacam rekayasa situasi lah yang memang itu terjadi karena mereka punya kebutuhan untuk hidup, kebutuhan untuk melanjutkan perkuliahan dan saya rasa enggak apa-apa,"Ucapnya.

Persoalan tersebut,kata Tiyo,tidak perlu dibalas dengan kemarahan.Ia memilih memahami kondisi para peserta aksi yang dinilai berada dalam situasi sulit.

"Kalau untuk hidup sebagian orang harus menghina saya, hinalah saya.Tapi sesudahnya saya harap mereka semua menjadi manusia,"Tandasnya.

Lebih lanjut,Tiyo berharap mahasiswa yang terlibat dalam aksi itu tetap bisa menjaga nurani dan moralitas setelah persoalan mereka selesai. Ia meminta agar perbedaan pandangan tidak membuat seseorang kehilangan harga diri.

"Saya berharap rekan-rekan yang terpaksa melakukan demonstrasi itu sesudah dia dapatkan apa yang mereka butuhkan selanjutnya dia akan jadi manusia yang punya nurani,yang bisa hidup bermoral tanpa harus menggadaikan harga diri," pungkasnya.

Liputan:*E'eN Tim Redaksi Media-C45T*

Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak