ApoBroeNews.Web.id --- RUPAT/Bengkali,Viralnya sebuah,Postingan dari Rekan Akun Resmi MedSos Facebook yang di kutip dari Media Riauonline/ Sebanyak sembilan warga Rupat Utara diduga menjadi korban penganiayaan dan kekerasan terhadap salah seorang Kanitreskrim Polsek Rupat berinisial Ipda ES dan anggotanya,hal itu terjadi pada hari Rabu, 24 Juni 2026,Sekitar pukul 01.00 WIB.Lalu,
Tak hanya dianiaya,Sembilan Warga Masyarakat korban Kekerasan tersebut,di antaranya ada anak di bawah umur, mengaku dimintai sejumlah uang oleh oknum polisi brutal di daerah Rupat.
Kasus tersebut kini telah resmi dilaporkan ke Polda Riau dengan nomor STTLP/B/352/VI/2026/SPKT/POLDA RIAU, tertanggal 25 Juni 2026 lalu.
Para korban mendapat pendampingan hukum dari LBH ICMI Wilayah Riau bersama LBH Pekanbaru,tergabung dalam Koalisi Melawan (Masyarakat Peduli Lawan Kekerasan dan Penyalahgunaan Wewenang).
Menurut kronologi korbannya Masyarakat yang disampaikan tim pendamping hukum Advocad korban,Peristiwa bermula saat itu dua remaja inisial BR (18) dan R (15), baru selesai mengantar seorang temannya pulang menggunakan mobil pickup.
Dalam perjalanan pulang,keduanya mengaku dikejar dua kendaraan,satu unit mobil Avanza merah dan mobil Terios berwarna silver.Karena tidak mengetahui identitas orang yang mengejar dan situasi masih dini hari, mereka mengaku panik dan memilih terus melaju pulang ke rumah.
Di tengah pengejaran,keduanya mendengar beberapa kali suara letusan senjata api yang belakangan mereka duga berasal dari senjata api milik warga masyarakat sekitar.
Merasa terancam nyawa nya, inisial R kemudian menghubungi rekannya, inisial PY (20), saat itu sedang berkumpul bersama beberapa temannya di sebuah pondok.Mereka kemudian datang menggunakan mobil colt diesel untuk mencari BR dan R.
Namun setibanya di lokasi,mereka justru mendapati kedua remaja tersebut telah dipaksa keluar dari kendaraan oleh orang-orang yang mengejar mereka.
Berdasarkan pengakuan para korban, seluruh warga yang berada di lokasi tiba-tiba saja diperintahkan berjongkok sebelum diduga dipukul dan ditendang secara bergantian.Mereka juga mengaku telepon genggam milik mereka disita.tanpa di ketahui kesalahan nya.
Hingga Berita ini di Publikasikan belum ada informasi resmi dari Kapolsek Rupat Siapakah pelaku kekerasan terhadap warga masyarakat Rupat Yang menjadi korban disebut mengalami luka, sampai saat ini masih Sorotan Tajam Publik terkesan adanya' Pembiaran dan di tutupi kasus perkara ini tanpa Trasparan ke Publik.
Liputan:*Tim Redaksi Media-C45T*




