ApoBroeNews.Web.id --- Jakarta,Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra merespons BEM Seluruh Indonesia (SI) yang mengancam akan menggelar Aksi Demo Reformasi Jilid II, Besar-besaran,jika pemerintah gagal memenuhi tuntutan untuk memperbaiki ekonomi Indonesia dalam 18 hari.Maka Mahasiswa bersatu' padu dengan Seluruh Rakyat Indonesia Akan Turun ke jalan Seperti Pasca Reformasi 1998 Silam.
Di sisi lain,Herindra mengajak semua pihak untuk saling menjaga dan bersatu.tetapi bila Kepala BIN Respons BEM SI yang Ancam Reformasi Jilid II jika Negara Tak Perbaiki Ekonomi di pastikan.Kamis(18/06/2026).
"Ah,yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan kesatuan," ujar Herindra,di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026) kemarin.itu pinta nya.
"Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita semua ya," sambung dia.
Namun,Langsung di Respon muncul kan Persepsi terbantahkan,Hal itu tidak menyurut kan dalam kata Perjuangan REFORMASI untuk kemaslahatan umat manusia di muka bumi ini,Seluruh Mahasiswa bersatu' padu akan melawan pemerintah pusat,Tantangan terus menerus di Respon Seluruh Rakyat Indonesia mendukung mahasiswa turun ke jalan utama demi kepentingan seluruh Rakyat Indonesia agar Reformasi Jilid II Se-Indonesia,Tetap Bergulir.terang mahasiswa se-Indonesia.
Sebelumnya mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mendorong pemerintah mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah anjlok dan utamakan kepentingan seluruh Rakyat Indonesia.
Doc: Kondisi Keluhan Seluruh Rakyat Indonesia 🇮🇩 Kian Memuncak Amarah nya,"Negara Kaya Tetapi Rakyat Miskin".
Tegas dan Trasparan melalui Orasi yang di sampaikan oleh Mahasiswa memberi tenggat 18 hari kepada pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Jika, Mangkirnya pemerintah pusat,maka Mahasiswa juga mempertimbangkan menggelar demonstrasi besar-besaran bertajuk Reformasi Jilid II bila tuntutan tidak dipenuhi.kita lihat menang Seluruh Rakyat Indonesia bergabung dengan Mahasiswa BEM Se-Indonesia tetap melawan pemerintah."kalau tidak di penuhi tuntutan mahasiswa dan seluruh Rakyat Indonesia".
Sementara,pada Jumat (5/6/2026) lalu,mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM SI menggelar aksi bertajuk "Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat"di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah.mulai melakukan Aksi Demo Dahsyat desak pemerintah pusat.
Ketua BEM UNS,Kailani Rizqi Pratama, mengatakan tenggat waktu tersebut diberikan sebagai bentuk Tuntutan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki kondisi ekonomi.jikalau tidak jangan salah kan kami dan seluruh Rakyat Indonesia akan melengserkan Presiden OMON-OMON tersebut.
"Kalau kita melihat hari ini,untuk rupiah yang melemah sebanyak Rp 18.000,kami hari ini berikan tenggat waktu selama 18 hari untuk memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia,"kata Kailani,dalam aksi yang digelar mahasiswa.
Menurut dia,angka 18 hari dipilih sebagai simbol yang dikaitkan dengan nilai tukar rupiah yang tengah mengalami tekanan.jika mangkir dari tuntutan tersebut, gejolak reformasi birokrasi akan terlaksana dengan Trasparan seperti tahun 1998 silam, Tegas nya.
"Oleh karena itu,jika dalam waktu 18 hari tidak ada upaya perbaikan,maka jangan salahkan kami selaku mahasiswa untuk turun ke jalan melakukan penyegelan-penyegelan yang akan kami lakukan dalam tenggat waktu 18 hari di Kementerian Keuangan," bakal jadi kekuatan besar Seluruh Rakyat Indonesia bangkit bersama melawan pemerintah pusat, tentunya lihat apa yang terjadi di pastikan yang dzolim Terhadap Rakyat nya.akan luluh lantak Lengser Saat Aksi Demo Dahsyat Terulang Kembali.
Liputan:*Tim Redaksi Media-C45T -- E'en Nst*

