ApoBroeNews.Web.id -- Solo,Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya terlibat cekcok dalam ajang Jogja Marathon 2026 viral di media sosial.informasi masuk ke Meja Redaksi Media Cyber Nasional Online Group Pada hari Kamis(25/06/2026).Sore.
Peristiwa itu terjadi ketika ajudannya dihentikan panitia karena tidak mengenakan BIB atau nomor identitas peserta.TNI AD kemudian memberikan klarifikasi dan menyebut kejadian tersebut sebagai kesalahpahaman teknis di lapangan.
Brigjen Yuniar diketahui merupakan Danrem 072/Pamungkas yang memiliki rekam jejak panjang di dunia militer sejak lulus Akademi Militer 1997.
Ia,disoroti PUBLIK mengarah kepada Sikap Arogannya,setelah terekam cekcok ketika mengikuti ajang Jogja Marathon 2026 di kawasan Candi Prambanan,Kabupaten Klaten,Jawa Tengah,pada Minggu (21/6/2026) lalu.
Dalam rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram @event.lari, terlihat ajudan Brigjen Yuniar ditarik oleh seseorang yang diduga merupakan salah satu panitia dari event tersebut.
Hal itu dilakukan karena ajudan Brigjen Yuniar tidak tau harus nya,Ia Fahami aturan yang berlaku di panitia pelaksana lari maraton bila tidak ada mengenakan BIB atau nomor dada saat mengikuti ajang tersebut,Jelas di larang.
Namun,kelalaian Brigjen Yuniar lantas memaksa ajudannya tersebut untuk tetap ikut berlari bersamanya.alhasil tetap saja di larang oleh pihak panitia pelaksana lari maraton.sempat cekcok sesaat di lokasi kejadian di Solo.
"Ini pengawal saya,ini pengawal saya," ujar Brigjen Yuniar kepada orang yang diduga petugas tersebut seperti dikutip berita terupdate Viral lokasi kejadian di Solo, Kabupaten Karanganyar,Jawa Tengah,Senin (22/6/2026) kemarin menjadi perhatian serius PUBLIK Terkait sosok jenderal itu.
Kendati demikian,orang yang diduga petugas tersebut tetap melarangnya."Tidak bisa,Pak,"kata petugas tersebut sembari menggiring ajudan Brigjen TNI Yuniar untuk menepi.
Kini Rekaman video tersebut Sempat Viral Video nya sejagat Maya, kesalahan tersebut di picu kesalahan ajudan nya,maka sempat terjadi cekcok tarik-menarik antara seorang jenderal dan panitia pelaksana lari maraton, sampai pada Sorotan Tajam Publik terkesan adanya' Pembiaran atasannya tak faham aturan panitia pelaksana tersebut
Liputan:*E'en Nst-Tim Redaksi Media-C45T*


