ApoBroeNews.Web.id -- Jakarta,Setelah marak Putusan MK kini Muncul Opsi Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa jika Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan terkait syarat pendidikan atau ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,hal tersebut berpotensi memicu gelombang krisis politik yang Ternyata hanya sekedar Narasi ilustrasi belaka bak mimpi di Siang hari BOLONG, mengupas tuntas Perihal informasi politik Indonesia, Jum'at(02/10/2026).
Pandangan PUBLIK Setelah Usai keputusan MK yang menguak Misteri Ijazah Wapres Gibran,Hal serupa juga Kutipan kalimat (Ucapan)yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, yang mengaku tidak bisa membayangkan dan khawatir akan terjadinya kekacauan atau kebingungan ketatanegaraan jika Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan terkait syarat pendidikan dan keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Padahal, Menurut KRITIK POLITIK banyak Yang HAUS Jantan di INDONESIA,Baik' itu politikus, Sejarawan, Sastrawan, Filosofi bahkan yang PINTER banget bisa jadi BODOH alias MASA BODOH, hari ini penulis meyakini mayoritas RAKYAT INDONESIA pura-pura santai saja. Bukan hanya jika Gibran batal menjadi Wapres, Indonesia bisa maju apakah itu Mimpi di Siang hari BOLONG.
bahkan jika negara ini tidak ada masyarakat tidak cemas, seperti yang disampaikan oleh Budayawan MH Ainun Najib atau Cak Nun.
Coba Kroscek Seluruh RAKYAT INDONESIA apa Terbius Janji Palsu PEMERINTAH!!! Dalam Kutipan dari potongan ceramah yang viral, Cak Nun menyimbolkan bahwa jika terjadi perubahan ekstrem atau bahkan jika "negara" dalam format sekarang tidak lagi ada, rakyat tidak akan serta-merta merasa sedih karena selama ini mereka tetap bertahan secara mandiri dan tangguh dengan komunitas serta akar budaya mereka sendiri.
Ya, jika mau jujur saat ini rakyat berhak bertanya, apa fungsi Negara bagi rakyat? Atau lebih tepatnya, kesejahteraan model apa yang dihadirkan negara bagi rakyat?
BENAR kah Yang RAKYAT INDONESIA tahu, negara hanya hadir Saat ini belumlah SADAR bahwa PEMERINTAH Pusat mengejar pajak rakyat. Saat rakyat menganggur, tak punya usaha, negara absen. Namun, ketika rakyat mulai usaha dan menghasilkan, negara sibuk mendata penghasilan rakyat. Bukan untuk membantu, tapi untuk menarik pajaknya.
Akibat BISU dan BUNGKAM Yang rakyat tahu,negara hanya hadir membantu Oligarki merampok kekayaan alam negeri ini. Negara, yang membagikan tambang yang kaya di negeri ini untuk China, Amerika, juga oligarki di negeri ini baik Aguan, Anthoni Salim, Haji Isam, Luhut Panjaitan, dll.
SADARkah Seluruh RAKYAT INDONESIA ? Publik Bertanya, akankah Rakyat hanya kebagian kerusakan alam, lingkungan, konflik sosial hingga beradu dengan aparat yang menjaga tambang Oligarki.
ANEH bin Ajaib,Jika negara tak ada,tambang bisa dibagi kepada rakyat, aparat tak bisa menjaga oligarki. Karena selama ini Oligarki kuat, hanya karena dibekingi negara. Negara yang harusnya melayani rakyat, kini menjadi pelayan oligarki.
Kembali ke soal Gibran.Jadi tak ada rakyat yang khawatir, saat Gibran dibatalkan status Cawapresnya, hingga berdampak pembatalan pencalonan Prabowo Gibran (karena satu paket) dan pemakzulan Prabowo Gibran (karena cacat pencalonan. Hingga Negara model hari ini pun bubar, tak masalah bagi rakyat.
Karena selama ini rakyat juga tak merasakan pelayanan negara. Negara hanya berfungsi memindahkan uang dari kantong rakyat ke kantong oligarki, melalui penarikan pajak untuk APBN. Oligarki yang dilayani, sedangkan rakyat dizalimi.
Yah,itulah FILOSOFI POLITIK BUTA yang akan dirasakan RAKYAT INDONESIA. Tak ada khawatir dan cemas jika Gibran hingga Prabowo DIMAKZULKAN.
Kalau Yusril, tentu saja khawatir. Jika status Cawapres Gibran batal, berati status menteri Yusril juga batal. Bagaimana dengan Rocky? Semestinya, kalau status Cawapres Gibran dibatalkan Rocky bersyukur, karena boleh jadi itu akan membuat Rocky kembali menjadi profesor akal sehat, bukan menjadi 'dungu' karena terlalu kentara bernarasi membela Prabowo Gibran dalam forum diskusi. SEMUA ORANG.
Akankah Terus menerus Seluruh RAKYAT INDONESIA Bungkam walaupun jelas kondisi politik Indonesia tidak ada Trasparan melalui proses politik Polres kemarin.
Liputan:*TIM--Redaksi Media-C45T*
