Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Aksi Tragis,"Sering Di Bully,"Dendam Ke Seniornya,"Pelaku Bharada Andika Nekat Tembak Kepala Rekannya Hingga Tewas

ApoBroeNews.Web.id -- Jakarta,Alasan Bharada Andika Rahmadani tembak Bharada Valdo Fernandez Lawai alias Bharada Valdo hingga tewas,Akibat tak tahan selalu di Bully korban.Sabtu(24/10/2026).

Kisah Tragedi itu berawal ketika,Bharada Andika tak pernah luput dari incaran korban untuk membully dirinya,Selain menembak korban sebanyak 4 kali, pelaku juga melukai leher seniornya itu,merasa tidak nyaman kuat dugaan atas Dendam ke korbannya.hal itu di utarakan Bharada Andika Setelah beraksi.Pada hari Jum'at 16 Oktober 2026,kemarin.

 Informasi Berita masuk ke Meja Redaksi Media Cyber Nasional Online Group,Bharada Andika akhirnya langsung menyerahkan diri,atas tindakan tragisnya tersebut.

Diketahui Antara Korban Bharada Valdo dan terduga pelaku Bharada Andika sama-sama bertugas sebagai tenaga administrasi Pamperslog Menurut informasi kedinasan nya.

Berdasarkan laporan awal Kasipropam Korpolairud Baharkam Polri,Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada hari Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 04.40 WIB di ruang pemadam kebakaran Ditpoludara, Pondok,Jakarta.

Motif pembunuhan Bharada Andika diduga dipicu masalah pribadi.Andika berdalih kerap disalahkan dan menjadi korban perundungan(bullying) oleh korban.Pelaku bahkan mengaku sudah menyiapkan senjata tajam jenis golok sejak 12 Oktober 2026 karena Depresi merasa ketakutan ke Korbannya yang kejam,hal itu sangat berlebihan.

Pada Jumat dini hari,Pelaku membawa senjata tajam tersebut dari rumah menuju markas. Setibanya di lokasi,Andika sempat menyimpan tas di loker staf Pamperslog, lalu menuju ke pos penjagaan untuk mengambil senjata api.

Kondisi Pasca kejadian,Pelaku Andika gelap mata akibat sering kali di Bully, karena bercampur aduk rasa Dendam ke seniornya lalu kemudian menyatroni ruang pemadam kebakaran tempat Bharada Valdo sedang beristirahat.

Pelaku lantas menembakkan senjatanya berjumlah empat kali tembakan ke arah tubuh korban. Saat korban jatuh tersungkur, pelaku kembali menembak beberapa kali ke arah kepala korban dan langsung Lukai leher korban menggunakan pisau yang dibawanya.

Usai melancarkan aksinya,Bharada Andika langsung menyerahkan diri ke Unit Provos Ditpoludara untuk diamankan dan diproses hukum.

Sementara itu,Jenazah almarhum Bharada Valdo telah diterbangkan melalui Bandara Kupang untuk dimakamkan di kampung halamannya di Larantuka,Flores Timur,Nusa Tenggara Timur (NTT).

Liputan:*E'en Nst-Tim Redaksi Media-C45T*

Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak