Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Rendi Asal Kepulauan Riau dikabarkan tewas di medan perang menjadi tentara bayaran Rusia Gajinya 600 juta rupiah untuk kontrak enam bulan

ApoBroeNews.Web.id -- Natuna/Kepulauan Riau,Cerita Tentara Bayaran Asal Kepulauan Riau yang beredar Viral,Kabar duka menyelimuti warga Kabupaten Natuna. Rendi Apriyanto,pemuda asal Air Tawak,Kelurahan Ranai Darat,Kecamatan Bunguran Timur,Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, 

dikabarkan tewas di medan perang setelah menjadi tentara bayaran Rusia. Berita yang semula dianggap hoaks itu akhirnya terkonfirmasi. Rumah duka di kediaman orang tua Rendi,Kamis pagi 1 Oktober 2026,

dipenuhi sanak saudara.Ruskamal dan Eniyanti, ayah dan ibu Rendi,tampak terpukul. Dengan suara berat,

 Ruskamal menuturkan perjalanan hidup anaknya hingga bisa sampai ke Rusia.Rendi memulai karier di Natuna sebagai karyawan perusahaan telekomunikasi Indosat. Pada 2022,

 ia dipindah tugaskan ke Batam.Tak lama kemudian, ia mengundurkan diri dan pergi ke Jawa. Dari sana, Rendi direkrut untuk bekerja di Filipina sebagai tenaga ahli instalasi listrik.

"Sejak 2022,Rendi memang tidak pernah pulang ke Natuna," ujar Eniyanti. Ruskamal menambahkan, Rendi sempat kembali ke Indonesia, tetapi hanya singgah di Jakarta. Tak lama berselang,

 ia dan kawan-kawannya kembali menerima panggilan kontrak kerja ke Filipina.Awal Februari 2026,telepon dari Rendi mengubah segalanya. 

Ia mengabarkan sedang berada di Rusia bersama tujuh orang Indonesia lainnya. Mereka mendaftar sebagai tentara bayaran, meski hanya ditempatkan di bagian logistik. "Kami kaget.Tapi Rendi menenangkan kami. 

Katanya mereka hanya direkrut untuk logistik,bukan untuk berperang," kata Ruskamal. Orang tua Rendi mengaku mengetahui perekrutan itu.

 Mereka bahkan dimintai tanda tangan persetujuan dari pihak Rusia.Gajinya tidak main-main: sekitar 600 juta rupiah untuk kontrak enam bulan.Saat ini, 

Rendi sedang menjalani periode kedua kontraknya.Ia berencana pulang ke Indonesia pada awal April 2027. 

Namun rencana itu tak akan pernah terwujud. Pada 18 September 2026, Rendi masih menghubungi keluarga. 

Ia mengatakan akan dikirim ke garis depan pertempuran. Untuk beberapa waktu, ia tidak akan bisa dihubungi. Sabtu malam, 26 September,kabar itu datang. 

Seorang rekan Rendi yang selamat mengabarkan bahwa delapan orang dari rombongan mereka gugur di medan perang. Serangan drone tanpa awak milik Ukraina menghantam mereka. Rendi termasuk di dalamnya. Rekan yang selamat mengalami luka parah dan kini dirawat tim medis Rusia.

"Kami mendapat kabar duka ini dari kawan Rendi. Ada delapan orang dari Filipina yang mendaftar sebagai tentara bayaran di Rusia secara bersamaan," terang Ruskamal.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah Rendi belum bisa dievakuasi. Kondisi medan pertempuran sangat rawan. 

Keluarga hanya bisa berharap. Baik pemerintah daerah Natuna maupun pihak Rusia diminta segera mengevakuasi jenazah Rendi,

Hingga Berita ini di Relies Kini informasi Masuk ke Meja Redaksi Media Cyber Nasional online Group Jenazah Rendi yang hingga kini belum diketahui kondisinya.

Liputan:*E'en Nst-Tim Redaksi Media-C45T*

Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak