ApoBroeNews.Biz.id -- Jakarta,Seorang perwira tinggi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia dilaporkan mengundurkan diri dari jabatannya setelah mencuat kasus penyiraman air keras terhadap aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan.Hal itu di Sampaikan Secara Tegas oleh Mayjen TNI-AD Aulia Dwi Nasrullah dalam Konferensi Pers terbuka di Markas Besar TNI-AD di Jakarta.
Informasi Berita masuk ke Meja Redaksi Pada hari Jum'at (27/03/2026)Malam, Terkait Kasus ini menjadi perhatian dan Sorotan Tajam PUBLIK karena korban dikenal aktif menyuarakan kritik Pedas' terhadap kebijakan dan peran militer di ruang sipil dan Sejumlah Aksi Demo terhadap Dwi Fungsi Terbit nya Undang-undang Militer kala itu.Insiden tersebut terjadi di Jakarta dan memicu kecaman keras dan Terkutuk atas perbuatannl Sejumlah Oknum Militer dari berbagai kalangan masyarakat sipil serta pegiat hak asasi manusia Aktivis.
*Siaran Konfrensi Pers Trasparan Kapuspen TNI-AD di Markas Besar TNI Jakarta*
https://youtube.com/live/Fput4ffgDMU?si=JTX2O4qpSoMk4mXr
Hal ini,Mengacu pada laporan berlanjut dari Insiden Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus, Sejumlah Rakyat Indonesia bertanya-tanya,mengapa? Sungguh Luar Biasa Kaget' nya Ketika pengunduran diri ini terjadi di tengah proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Sebelumnya,Aparat militer melalui Pusat Polisi Militer (Puspom) juga telah menahan sejumlah anggota yang diduga terlibat dalam peristiwa Kekerasan dan Penganiayaan insiden Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya internal untuk merespons kasus yang telah menimbulkan sorotan Tajam publik dan tuntutan transparansi. Sejumlah pihak pun mendesak agar proses hukum berjalan secara terbuka, menyeluruh, dan tidak berhenti pada pelaku di lapangan.Agar tidak terulang kembali terjadi di tengah masyarakat Indonesia khususnya.
Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*


