Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

SP di Culik dan intimidasi terjadi,ketika Beritakan terlibat nya Oknum Aparat TNI praktik ilegal kondensat dan Gelper

ApoBroeNews.Biz.id -- Sumut/Binjai,Dunia pers di Sumatera Utara kembali diguncang kabar duka terkait keselamatan jurnalis. SP, salah satu pimpinan media online,diduga menjadi korban penculikan dan intimidasi oleh oknum anggota TNI pada Selasa (12/5/2026) malam.

Peristiwa ini terjadi tak lama setelah sejumlah Sorotan Tajam media tersebut menayangkan laporan investigasi mengenai dugaan praktik ilegal kondensat dan judi meja tembak ikan(Gelper)di wilayah Kabupaten Langkat.Pada Senin 18 Mai 2026.

Kronologi Penjebakan berawal dari oknum TNI yang Modus Informasi Narkoba Aksi dugaan penculikan ini bermula dari upaya penjebakan yang rapi. Kepada awak media, Korban SP menceritakan bahwa dirinya awalnya dihubungi oleh seorang oknum wartawan berinisial FK. Dengan dalih ingin membagikan informasi terkait peredaran narkoba di daerah Binjai, FK mengajak SP untuk bertemu di sebuah kafe di Kota Medan.

Namun,setibanya di lokasi yang disepakati, situasi berubah drastis. SP tidak mendapati diskusi yang dijanjikan,melainkan intimidasi fisik.SP di Culik dan mulai ada intimidasi terjadi,ketika Beritakan terlibat nya Oknum Aparat TNI praktik ilegal kondensat dan Gelper atau Tembak Ikan.


"Setelah saya datang ke lokasi, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal. Saya dipaksa masuk ke dalam mobil dengan dalih harus memberikan klarifikasi atas berita yang saya tulis," ujar SP dengan raut wajah trauma, Selasa malam.

Di dalam kendaraan tersebut,Situasi semakin mencekam. SP mengaku melihat sosok pria mengenakan seragam loreng yang diduga kuat merupakan anggota TNI. Di bawah tekanan dan ancaman, SP dipaksa untuk menyangkal kebenaran produk jurnalistik yang telah diterbitkannya.

"Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi. Isinya, saya harus menyatakan bahwa berita soal kondensat dan judi tembak ikan itu tidak benar. Saya tidak punya pilihan di bawah ancaman seperti itu," tegas SP.

Lebih ironis lagi,para terduga pelaku mencoba menutup-nutupi aksi mereka dengan pesan yang tak masuk akal.Jika ada rekan sejawat atau keluarga yang bertanya mengenai keberadaan SP, ia diperintahkan untuk berbohong.

"Mereka bilang,kalau ada wartawan lain bertanya,bilang saja ada acara ulang tahun atau surprise," ungkapnya menirukan ucapan oknum TNI tersebut.

Belum ada Tanggapan dan komentar klarifikasi dari oknum-oknum yang di duga berasal dari Aparat penegak hukum TNI tersebut, Sesuai Keterangan korban SP sang Wartawan.

Hingga Berita ini,di relies Sesuai Fakta keterangan korban SP yang berprofesi sebagai Wartawan, langsung mengungkap tragedi menimpa dirinya sampai pada para jurnalis se-Indonesia mengecam perbuatan oknum Aparat penegak hukum yang sempat menjadi Sorotan Tajam Publik Terkesan akan di Bungkam,Tentang kebenaran Kronologi nya.

Lebih lanjut,Sebagai Korban SP berprofesi Jurnalis/Wartawan meminta agar dapat terlindungi,maka Permintaan itu di tujukan ke Dewan Pers mengusut tuntas kasus tersebut,"Keadilan Sejatinya harus tegakkan hukum di negeri ini,tanpa pandang bulu supaya terhindar dari intimidasi dan intervensi pihak-pihak oknum Aparat penegak hukum yang di duga melakukan hal Aktivitas ilegal terbongkar kedok kebusukan nya.

Liputan:*E'en Nst-Tim Redaksi Media-C45T*

Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak