ApoBroeNews.Biz.id -- Jakarta,Nama Tiyo Ardianto,Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada(BEM UGM) Pemuda yang bersikap independen serta Tegas,menjadi sorotan Tajam PUBLIK, Setelah diri nya berani menyurati United Nations International Children’s Emergency Fund(UNICEF)untuk meminta program Makan Bergizi Gratis dihentikan segera di Indonesia.Ia juga sempat melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dengan menyebut “Rezim yang Bodoh dan Inkompeten”.Merusak Rakyat Indonesia serta membunuh Secara Belahan-Lahan tanpa mereka Sadari bahwa mereka telah di pilih oleh Seluruh RAKYAT INDONESIA.
",Ini Proyek Strategi Elite Politik dan membunuh Rakyat serta membiarkan KORUPSI Merajalela di Negara Republik Indonesia,"ini Proyek elite politik secara Tegas memperkaya diri sendiri dan golongan semata sang penguasa Negara Indonesia.
Sosok keberhasilan dan keberanian Pemuda itu, Patut nya di Acungi Jempol,Kariernya Sebelum kuliah di Universitas Gadjah Mada,Tiyo menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Yogyakarta.Selama memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada,ia dikenal independen dan aktif membangun komunikasi lintas kampus.dan Selalu Tetap Rendah Hati Yang PRO-RAKYAT INDONESIA.
Pada Musyawarah Nasional XVIII Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) Seluruh Indonesia Kerakyatan di Padang, Tiyo memutuskan keluar dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia karena kecewa acara tersebut dihadiri pejabat politik dan negara. Ia menilai kedekatan dengan penguasa tidak mencerminkan nilai perjuangan mahasiswa bahkan tidak adanya PRO Ke RAKYAT INDONESIA.
Maka dari itu,Dalam pernyataannya,Tiyo menegaskan organisasinya ingin tetap independen dan mengutuk kericuhan dalam musyawarah nasional tersebut.Ia menyatakan tidak ada jabatan yang layak diperebutkan dengan cara kekerasan yang merusak kesatuan gerakan yang benar-benar PRO RAKYAT INDONESIA bukan untuk kepentingan Pribadi Semata dan golongan.
Sementara itu,Perdebatan panas' di Tanggapi Serius oleh Kabinet Merah Putih Prabowo,ini pernyataan resmi Menteri Hak Asasi Manusia,Natalius Pigai,ini WARNING Atas korban jiwa akibat konsumsi makanan bergizi gratis (MBG)meninggal dunia hanya Diam dan Bungkam,Ia menilai langkah Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menyurati United Nations International Children’s Emergency Fund sebagai tindakan tegas terhadap PRO RAKYAT INDONESIA,Dia itu, ketua BEM UGM sudah BENAR tidak hanya melaporkan kepada UNICEF, secara Tegas transparan ini jelas menentang kebijakan Prabowo Subianto agar pro ke rakyat dan Trasparan ke Publik dalam hal Tugas tanggung jawab UNICEF sebagai fungsi Tegakkan Hak Asasi Manusia di Indonesia demi kepentingan Seluruh Rakyat Indonesia.
“Makan bergizi gratis adalah permintaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Untuk pendidikan bagi orang kecil, anak-anak kecil. Kesehatan bagi anak-anak kecil. Makanan yang bergizi bagi anak-anak kecil adalah sesuai dengan apresiasi dan permintaan dan harapan dari UNICEF. Ya, harapan dari UNICEF,” kata Pigai,Jumat (20/2/2026)lalu.
Ia menegaskan,“Maka orang yang mau meniadakan makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis,pendidikan gratis, sekolah rakyat, koperasi merah putih, adalah orang yang menentang Hak Asasi Manusia.”
Pigai juga mempertanyakan permintaan penghentian program tersebut. “Gimana programnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anda meminta UNICEF menghentikan? Tidak mungkin.Karena itu keinginan Perserikatan Bangsa-Bangsa,”ujarnya. Ia menambahkan, “Prabowo dan Gibran melaksanakan amanat rakyat sejalan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.”
Adapun surat terbuka Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada(BEM UGM)dikirim pada 6 Februari 2026,Lalu Sebagai respons atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur yang diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli alat tulis seharga kurang dari sepuluh ribu rupiah.
Dalam surat itu,mahasiswa menilai tragedi tersebut mencerminkan kegagalan negara menjamin hak dasar anak, terutama akses pendidikan,serta menyoroti kesenjangan antara data pemerintah dan realitas sosial.
Akankah Prabowo Sebagai Omon-omon saja atau Diam dan Bungkam yang konon katanya PRO RAKYAT INDONESIA,Sebab menurut keterangan Resmi ketua BEM UGM secara jelas menyebutkan,"Proyek Makan Bergizi Gratis(MBG) di Latar belakangi Aktivitas Proyek Seluruh Elite Politik yang bermain pada Program Inovasi,"Keuntungan Pribadi Semata dan Selalu menyusahkan Seluruh RAKYAT INDONESIA.Berimbas keracunan makanan gratis dan banyak korban jiwa akibat konsumsi makanan gratis tersebut.
Meski mengkritik keras,Pigai tetap membuka ruang evaluasi.“Kalau kritik dalam rangka perbaikan, boleh. Kritik untuk memperbaiki agar pelayanannya maksimal, boleh. Tapi menentang,mau meniadakan program-program hak atas sandang,pangan,dan papan adalah orang yang menentang Hak Asasi Manusia,”Pungkas Ketua BEM UGM.
Hingga Berita ini di Terbitkan,Secara Tegas,Tiyo geram dengan Pemerintahan Prabowo pimpin kabinet merah putih karena dianggap,"Diam dan Bungkam atas kematian(Meninggal) Kebanyakan Rakyat Indonesia yang berImbas Konsumsi Program MBG,Mendesak Segera STOP Cegah CEPAT TUTUP, Program Makanan gratis tersebut,Sebelum Seluruh RAKYAT INDONESIA memberontak terhadap Sejumlah Elite Politik dan pejabat Negara yang tidak PRO RAKYAT.
Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*

