Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Pengabdian Edy Rahmayadi: Jenderal Infanteri Pensiun Dini Demi Membangun Sumatera Utara Sempat menjabat Gubernur,ini Kisah Kariernya!!!

ApoBroeNews.Biz.id -- Sumut/Medan,Sosok Eks Gubernur Sumatera Utara,Karier Cemerlang di Kesatuan TNI-AD Berpangkat Jenderal(Purn)Edy Rahmayadi,Pria Kelahiran di Kampung Halaman nya Sabang,Aceh,pada 10 Maret 1961, Edy Rahmayadi tumbuh besar di tengah kedisiplinan keluarga militer. Ayahnya, Kapten Kal. (Purn.) Rachman Ishaq, adalah seorang prajurit TNI-AU keturunan Melayu Deli. Sebagai "anak kolong", Edy kecil sudah terbiasa berpindah-pindah mengikuti penugasan ayahnya, mulai dari menempuh pendidikan dasar di Madiun hingga akhirnya menetap dan menyelesaikan sekolah menengahnya di SMA Negeri 1 Medan.

Titik awal kariernya tidak langsung bermula di akademi militer,Setelah lulus SMA, Edy sempat mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU). Namun,panggilan jiwa untuk mengikuti jejak sang ayah di dunia militer begitu kuat, hingga ia akhirnya masuk ke Akademi Militer dan lulus pada tahun 1985. Di sinilah ia mulai menempa diri sebagai prajurit infanteri yang tangguh, di mana salah satu jabatan ikoniknya adalah saat dipercaya menjadi Komandan Yonif Linud 100/Prajurit Setia di Langkat.

Karier militernya Mentereng dan melesat tajam menuju Puncak dalam pengabdiannya Selain di TNI dapat meraih gelar Jabatan saat itu, Dirinya Pernah menjabat sebagai Panglima Kodam I/Bukit Barisan dan kemudian naik menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).Namun,sebuah titik balik besar terjadi pada awal tahun 2018. Di tengah karier militernya yang masih sangat cemerlang dengan pangkat Letnan Jenderal, Edy mengambil keputusan berani untuk mengajukan pensiun dini demi mengikuti kontestasi Pilgub Sumatera Utara dan Menang di Pilkada.

Langkah berani tersebut membuahkan hasil. Ia terpilih menjadi Gubernur Sumatera Utara periode 2018–2023.Selama memimpin Sumut,Edy dikenal sebagai pemimpin yang blak-blakan,Tegas,dan tidak ragu menunjukkan karakter militernya dalam birokrasi. Ia membawa visi untuk membangun Sumatera Utara yang lebih bermartabat, sebuah misi yang ia jalankan dengan penuh disiplin, persis seperti saat ia masih memimpin pasukan di barak.

Tim Redaksi Media Cyber Nasional Online Group,Kembali Mengulas Lebih lanjut,Sosok Figur Mantan Gubernur Sumatera Utara yang di kenal Merakyat, Di Kutip dari Wikipedia dan Sejumlah Sumber Perjalanan Kariernya"Edy Rahmayadi"Selain di pemerintahan,nama Edy Rahmayadi juga tak lepas dari dunia olahraga nasional. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, menunjukkan minatnya yang besar terhadap sepak bola. Meski kepemimpinannya di PSSI dan pemerintahan sering kali memicu diskusi publik karena gayanya yang lugas, tidak ada yang meragukan kecintaannya pada Sumatera Utara, daerah yang ia sebut sebagai tanah pengabdian terakhirnya.

Kini,dengan segala pengalaman mulai dari medan tempur hingga meja pemerintahan,sosok Edy Rahmayadi tetap menjadi figur sentral di Sumatera Utara. Bagi pembaca di usia matang, kisahnya memberikan pelajaran bahwa pangkat dan jabatan setinggi apa pun hanyalah alat untuk pengabdian yang lebih luas. Perjalanannya dari anak prajurit di Sabang hingga menjadi jenderal bintang tiga dan Gubernur membuktikan bahwa kedisiplinan dan keberanian mengambil keputusan adalah kunci dalam menghadapi tantangan hidup.

Liputan: E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*

Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak