Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Pasutri Kejam Berstatus Guru,"Tega Cabuli Anak SD,"Kondisi Yatim Piatu Di bawah Umur Inisial A,"Hingga Tak Berdaya

ApoBroeNews.Web.id  -- Tanjung Balai/Asahan,Sumut,Kabar mengejutkan Datang dari Kota Tanjungbalai,Sumatera Utara.Seorang oknum guru sekolah dasar (SD) diduga tega membawa dan menyerahkan muridnya sendiri,Seorang anak berinisial A (12),kepada suaminya untuk di Cabuli dan pelecehan Seksual terhadap korban A di bawah umur lokasi rumah pasutri.

Peristiwa yang menyayat hati ini,kini menjadi Sorotan Tajam Publik,Terlebih Setelah diketahui bahwa korban inisial A berstatus merupakan anak yatim piatu yang tidak memiliki orang Tua utuh untuk melindunginya.pada hari Jum'at(24/07/2026).

Berawal dari keluhan Sakitnya korban A tidak inisial A,Berdasarkan kecurigaan Sejumlah Warga Masyarakat terhadap Gelagat sang Pasutri, Dugaan Tindak pencabulan terhadap korban A telah berlangsung lama terhitung Sejak Mei 2026 di kediaman pasutri terduga pelaku.

Modus yang digunakan sang guru diduga memanfaatkan relasi kuasa Status Guru serta posisinya sebagai pendidik untuk membujuk korban, hingga akhirnya anak tersebut diserahkan kepada suaminya untuk melampiaskan aksi bejat itu.

Kasus dugaan ini baru terungkap setelah korban A tiba-tiba tidak masuk sekolah selama hampir dua Timbulnya Rasa Curiga mengenai kondisi Si Anak tersebut.

Informasi terbaru yang terhimpun Tim Media Cyber Nasional Online Group,muncul Kejanggalan tersebut,"membuat ibu angkat korban curiga,"ada rasa Sakit korban inisial A di Selangkangannya,sehingga ia, memutuskan membawa A ke klinik terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan itulah Terbukti yang akhirnya membuka Tabir dugaan kejahatan pelecehan dan pencabulan Pasutri yang dialami korban selama ini.Sebagai Kepala Lingkungan 5 Kelurahan Perjuangan Sadam Husin Hasibuan,membenarkan kronologi tersebut.

Begitu kabar dugaan Pelecehan Seksual Pasutri yang jelas perbuatan bejat oknum guru dan suaminya tersiar,amarah warga memuncak Geram langsung tersulut.

Sejumlah Warga berkisar Ratusan massa mendatangi dan mengepung rumah pasutri terduga pelaku pelecehan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur sejak pukul 18.00 WIB pada Rabu (22/7/2026).

Situasi sempat memanas karena pasutri tersebut nyaris menjadi sasaran amuk massa saat proses evakuasi oleh petugas kepolisian berlangsung.

Sebuah video yang diunggah akun Facebook Vita Mutiara,Pada hari Kamis (23/7/2026), memperlihatkan detik-detik warga menggeruduk rumah terduga pelaku di Jalan Burhanuddin sembari mendesak pasutri tersebut keluar rumah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

"Ini masih hukum dunia,belum hukum Allah. Naudzubillah,merinding,"Tulis Vita Seorang Ibu yang Merasakan Hancur Melihat Anak di bawah umur atas kejadian Pelecehan Seksual Pasutri yang begitu Tega,apalagi dalam masa Pendidikan Sang guru Terkesan Biadab,Sungguh Menyayat hati.Tutupnya,Vita.

Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*

Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak