ApoBroeNews.Biz.id -- Sumut/Medan Berawal dari berbagai Aktivitas Masyarakat Kota Medan hiruk-pikuk Kota Medan,pernah berdiri sebuah bangunan yang menyimpan jejak penting sejarah kemerdekaan.Losmen Belinun Jaya,Terletak di kota Medan Demikian ia dikenal di masa akhir keberadaannya.Kini di Kupas Kembali Fakta Sejarah Bangunan fisik yang Lenyap karena Perkembangan Zamannya,Sesuai NaraSumber Sejarah Kota Medan,Sabtu(11/04/2026).
Namun kini,bangunan itu telah tiada dan Sudah dihancurkan Pemerintah Daerah kota Dumai dan hanya menyisahkan cerita tentang tempat lokalisasi menyalurkan Nafsu Bejad Para Hidung Belang.Tepatnya lokasi Kawasan Nibung Raya.
Bangunan tersebut pada masa kolonial dikenal sebagai Pension Wilhelmina. Fungsinya bukan sekadar penginapan, melainkan kemudian beralih menjadi Markas bagi Nederlandsch-Indie Civil Administratie (NICA) pada masa awal kembalinya Belanda pasca-Proklamasi.
Situasi Kota Medan pada Waktu hitungan Oktober 1945 berada dalam ketegangan. Pada 10 Oktober 1945,Pasukan Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly mendarat di Kota Medan ini dengan kekuatan sekitar 800 personel. Secara resmi, mereka bertugas melucuti tentara Jepang yang masih tersisa.Namun,kehadiran mereka juga dibarengi masuknya unsur NICA,yang berupaya mengembalikan kekuasaan kolonial.
Pasukan NICA kemudian menempati Hotel Wilhelmina nama lain dari bangunan yang kelak dikenal sebagai Losmen Belinun Jaya.Kehadiran mereka di jantung kota memicu keresahan di kalangan pemuda dan Masyarakat Sumatera Utara,Kota Medan yang baru saja merasakan kemerdekaan RI.
Kronologi,Ketegangan itu memuncak pada 13 Oktober 1945.Sebuah insiden kecil Namun Sarat Makna Simbolik menjadi Pemicu.Seorang tentara NICA yang Mencopot Lencana Merah Putih dari pakaian seorang remaja yang melintas di depan markas,lalu menginjaknya.Tindakan itu menyulut kemarahan global Seluruh Rakyat Indonesia.
Tak lama kemudian,pecahlah serbuan terhadap Markas tersebut.Para pemuda Medan bergerak menyerang Hotel Wilhelmina.Pertempuran pun tak terhindarkan.Dalam peristiwa itu,Tujuh Pemuda Pejuang Gugur,Sementara tujuh Tentara NICA Tewas dan Sekitar 96 orang lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa ini dikenang sebagai salah satu pemicu awal Perang Medan Area,konflik bersenjata antara Pejuang Indonesia melawan Sekutu dan Pasukan NICA.
Seiring berjalannya waktu,Fungsi dan Nama Bangunan itu Berubah.Pada sekitar tahun 1970,Hotel Wilhelmina berganti nama menjadi Losmen Belinun Jaya.Namun perubahan itu tak mampu menghapus sepenuhnya Jejak Sejarah yang melekat di tempat tersebut.
Kini,bangunan itu telah dihancurkan. Tak ada lagi dinding, lorong, atau atap yang menjadi saksi bisu peristiwa berdarah tersebut.Yang tersisa hanyalah catatan, ingatan,dan sebagian kecil Penanda SEJARAH seperti Prasasti yang pernah mencatat peristiwa 13 Oktober 1945, Termasuk Informasi bahwa Jalan Veteran dahulu bernama Jalan Bali.
Hilangnya,Losmen Belinun Jaya menjadi pengingat bahwa Ruang-ruang SEJARAH di perkotaan kerap kalah oleh WAKTU dan Pembangunan Hilang tanpa Sisa rekan JEJAK terkubur,Padahal,dari tempat sederhana itulah,Pernah berkobar Semangat perlawanan Rakyat kota Medan,Sumut yang Sempat dipicu oleh sebuah Lencana Merah Putih yang diinjak, dan dibalas dengan keberanian para pemuda Kota Medan,Mengembalikan Marwah Kota Medan di Masa Penjajah Komunis NICA.
Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*
