ApoBroeNews.Biz.id -- Jakarta,Polemik antara Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi terus menjadi sorotan publik.Ketegangan ini bermula setelah pengurus BEM UGM mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menyampaikannya ke UNICEF. Pasca kritik tersebut, pihak BEM mengaku mengalami teror dan intimidasi digital.Saat ditanya wartawan mengenai sikap pemerintah atas dugaan intimidasi itu, Mensesneg justru menyinggung pentingnya “etika dan kesantunan” dalam menyampaikan kritik.
Ketua BEM UGM,Tiyo Ardianto,menilai respons tersebut tidak menyentuh substansi persoalan.Menurutnya,yang dibutuhkan mahasiswa maupun Rakyat Indonesia adalah Prabowo Subianto Wajib realisasi Ucapan janji nya yang khas di sampaikan Saya memimpin memikirkan Rakyat Indonesia coba di laksanakan hal itu,terjadi jaminan keamanan dan perlindungan hukum,bukan penekanan, Kriminilisasi dan Intimidasi soal cara penyampaian balasan komentar atau KRITIK Pedas malah jadi lawan musuh utama.
Hal ini miris di rasakan yang terjadi,saat Rakyat dan masyarakat menyampaikan informasi kritikan sebagai uraian Demokrasi Menyampaikan Pendapat di muka umum bahkan Spekulasi Kritikan Pedas' ke pejabat pemerintah pusat terbilang sangat baik,eh malah jadi merusak Reputasi Citra mereka sendiri yang Menaggapi dengan Teror dan intimidasi terhadap Pelaku Demokrasi di Negara Indonesia,
SEMOGA,Prabowo Sadar akan perbuatannya itu kepada Rakyat Indonesia yang selalu Omon-omon tanpa realisasi Ucapan fakta Nyata,bahkan abaikan melayani kepentingan seluruh Rakyat Indonesia, karena ulah sikapnya sendiri tanpa di sadari nya,dalam kinerja nya selama ini yang di anggap menyimpang dari kebenaran dan keadilan mengutamakan kepentingan Rakyat tetapi kepentingan pribadi semata termasuk dalam kabinet Merah Putih nya.
Sadar Diri itu,lebih baik sebelum terlambat,Demi menjaga amanah Rakyat Indonesia sebagai Pemimpin Negeri,"Prabowo Realisasi kan Ucapan Tetap mementingkan Rakyat Indonesia," bukan Kepentingan Pribadi Semata dan Pejabat PUBLIK nya di Program MBG!!!!
Dalam sebuah diskusi publik,Tiyo menyampaikan Kritikan Pedas' kepada kinerja pemerintah dan mengingatkan bahwa pejabat publik seharusnya menempatkan diri sebagai pelayan rakyat dalam sistem demokrasi.bukan mencederai diri nya dengan Omon-omon tanpa realisasi Fakta Nyata bahkan mengecewakan RAKYAT tersebut,Ia juga mempertanyakan pernyataan Mensesneg yang mengaku tidak mengetahui pelaku di balik dugaan teror digital tersebut,mengingat negara memiliki perangkat dan aparat yang mampu menelusuri aktivitas siber.Jangan Coba-coba Memanipulasi Data Trasparan ke Publik.
Bagi BEM UGM,Sebagai Pengkritik kinerja pemerintah pusat,adalah Ekspresi wajah antara kejujuran dan kemunafikan wajib Trasparan ke Publik,kami mahasiswa merupakan bagian dari mekanisme kontrol dalam demokrasi sama juga dengan insan Pers.Para Pejabat PUBLIK,bagi Mereka menilai fokus pada “kemasan kesantunan”Tanpa menjawab isu keamanan justru berpotensi memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat sipil.
Aneh dan janggal,Adanya muncul Intimidasi dan Sejumlah Teror bagi yang kritik terbuka pemerintah selalu muncul Kriminilisasi, namun ketika ia di tanya hanya menyangkal bahwa dirinya tak mengetahui, Mensesneg wajib belajar lagi memahami sebagai pemimpin dan pelayanan kepada Rakyat Indonesia atau masyarakat,Sebut mahasiswa mengkritisi kinerja Mensesneg Tedi.
Hingga kini,polemik tersebut masih menjadi perbincangan luas, memunculkan diskusi tentang batas kritik, etika komunikasi publik, serta tanggung jawab negara dalam menjamin kebebasan berekspresi.
Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*
