Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Pemerintah IRAN Menyatakan Selat Hormuz Tidak Akan di Buka Penuh Selama Blokade Angkatan Laut AS Masih Berlangsung

ApoBroeNews.Biz.id -- Manca Negara,Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat di jalur vital Selat Hormuz. Dalam perkembangan terbaru,Iran dilaporkan menembaki tiga kapal dan menyita dua di antaranya, sementara AS tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.Pada Hari Minggu(26/04/2026).

Sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026, lebih dari 30 serangan terhadap kapal dilaporkan terjadi di kawasan Timur Tengah. Iran disebut memanfaatkan kendali geografis Selat Hormuz sebagai keuntungan strategis untuk membatasi lalu lintas maritim. Jalur ini sangat penting karena menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Di sisi lain,Menurut Update Berita BerSumber Reuters,Al Arabiya,Al Jazeera Kondisi militer AS dikabarkan mencegat sejumlah kapal tanker berbendera Iran di perairan Asia, termasuk dekat India, Malaysia, dan Sri Lanka. Washington menegaskan langkah itu bagian dari tekanan maritim terhadap perdagangan Iran.

Pemerintah Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka penuh selama blokade angkatan laut AS masih berlangsung. Teheran menilai tindakan Washington sebagai pelanggaran gencatan senjata dan hambatan utama bagi negosiasi damai.

Situasi ini memicu kekhawatiran global karena gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz dapat memperparah krisis energi dunia serta mengganggu rantai pasok internasional.

Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*

Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak