ApoBroeNews.Biz.id -- Jakarta,Mengutip pernyataan Pandji Pragiwaksono,kritik terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto mulai menguat karena sejumlah keputusan yang dinilai tidak sejalan dengan ekspektasi publik.
Salah satu yang ramai dibicarakan adalah isu arah politik luar negeri,termasuk tudingan bahwa Indonesia terlihat lebih kompromistis terhadap kepentingan Amerika Serikat dalam dinamika Wewenang militer kawasan.info Mencuat Viral di MedSos Pada Jum'at(17/04/2026).
Selain itu,keputusan menolak kehadiran kapal perang Iran dalam latihan internasional yang sebelumnya diundang juga memicu pertanyaan soal konsistensi prinsip bebas aktif.
Di dalam negeri,revisi UU TNI memicu gelombang protes mahasiswa pada 2025 karena dianggap membuka ruang kembalinya peran militer di ranah sipil. Ditambah lagi, penunjukan sejumlah figur berlatar belakang militer ke jabatan strategis sipil memperkuat kekhawatiran tersebut.
Kemudian Viral nya yang Sempat diKutip berSumber dari FB Sepenggal Narasi.Kritik juga menjadi semakin kontras jika dibandingkan dengan retorika keras yang pernah disampaikan Prabowo sendiri.
termasuk pernyataannya yang terkenal akan “mengejar koruptor sampai ke Antartika”.Namun dalam praktiknya, hingga lebih dari satu tahun masa jabatan,publik belum melihat gebrakan besar yang signifikan dalam pemberantasan korupsi yang benar-benar menyasar aktor-aktor besar.
Di sisi lain,Muncul Narasi Sebut,Prabowo Tak Berbenah Diri Malah Menjerumuskan Rakyat ikuti Irama Politik internasional AS dari pada Mikirin Bangsa nya !,
Coba Mikirin Negeri Sendiri yang lagi Ramai Aktor Intelektual oknum Koruptor bermain di Segala Bidang atau Sektor Salah satu nya,Proyek MBG dan Proyek Mobil Mahindra sampai pada Pengadaan barang di Proyek Para Pejabat Menteri Kabinet Merah Putih.Tentunya menjadi Sorotan Tajam Publik dan Penilaian Sistematis Seluruh Rakyat Indonesia Kuat Dugaan Pesanan Oknum Pejabat Publik Korupsi,"Aji mumpung menjabat",
Sementara itu,kesibukan Prabowo teralihkan dengan intensitas kunjungan luar negeri yang tinggi serta berbagai kesepakatan pertahanan bernilai besar juga menuai pertanyaan soal prioritas kebijakan terhadap kebutuhan rakyat.Kombinasi antara janji retoris yang sangat tegas dan realisasi kebijakan yang dinilai belum maksimal,"Ngaku Harimau Nyatanya Kucing,"inilah yang membuat sebagian kalangan merasa bahwa sosok Prabowo “tidak Segarang ”Seperti yang selama ini dibayangkan Sehingga Rakyat Indonesia Menilai Kekuatan Retorika Omon-omon Saja.
Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*

