ApoBroeNews.Biz.id -- Manca Negara,Perdana Menteri Hungaria yang baru,𝗣𝗲𝘁𝗲𝗿 𝗠𝗮𝗴𝘆𝗮𝗿, membuat pernyataan mengejutkan yang mengancam posisi Perdana Menteri Israel 𝗕𝗲𝗻𝗷𝗮𝗺𝗶𝗻 𝗡𝗲𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗵𝘂.Magyar bersumpah akan menangkap Netanyahu jika ia menginjakkan kaki di wilayah Hungaria, sesuai dengan surat perintah yang dikeluarkan oleh 𝗠𝗮𝗵𝗸𝗮𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗶𝗱𝗮𝗻𝗮 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 (𝗜𝗖𝗖).
Informasi Berita Masuk ke Meja Redaksi Cyber Nasional Online Group Pada hari Rabu(22/04/2026)Sore Sorotan Tajam Publik mengarah kepada Presiden Netayahu dari Surat Perintah yang di keluarkan oleh Akan Segera memburu dan menangkap Netanyahu Presiden Israel tersebut.Sesuai dengan surat perintah yang dikeluarkan oleh 𝗠𝗮𝗵𝗸𝗮𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗶𝗱𝗮𝗻𝗮 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 (𝗜𝗖𝗖).
Informasi Berita Masuk ke Meja
Pernyataan tegas ini disampaikan Magyar pada Senin (20/4/2026) Kemarin,menegaskan bahwa ia akan melaksanakan kewajiban Hungaria sebagai negara anggota ICC meskipun Netanyahu mendapat undangan resmi untuk datang ke negaranya.
"Penangkapan akan dilakukan sesuai dengan keputusan Pengadilan Kriminal Internasional,"ujar Magyar,menunjukkan komitmennya terhadap hukum internasional.
𝗦𝗶𝗸𝗮𝗽 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝗹𝗶𝗸 𝗧𝗼𝘁𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗘𝗿𝗮 𝗢𝗿𝗯𝗮𝗻.
Pernyataan Magyar ini kontras tajam dengan kebijakan pendahulunya,𝗩𝗶𝗸𝘁𝗼𝗿 𝗢𝗿𝗯𝗮𝗻, yang merupakan sekutu kental Netanyahu. Pada April 2025,Netanyahu pernah berkunjung ke Hungaria atas undangan Orban dan tidak ditangkap,meskipun ICC sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November 2024.
Saat itu, Orban justru mengumumkan bahwa Hungaria akan menarik diri dari keanggotaan ICC sebagai bentuk solidaritas kepada Israel.Namun,langkah penarikan diri tersebut tidak pernah selesai.
Setelah Magyar mengambil alih kekuasaan,ia membalikkan kebijakan Orban.Pada 𝟮 𝗝𝘂𝗻𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟱, Magyar secara resmi mengumumkan bahwa Hungaria menghentikan proses penarikan diri dari ICC,Sekaligus menegaskan kembali komitmennya terhadap pengadilan internasional.
𝗔𝗻𝗰𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗡𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗡𝗲𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗵𝘂.
Dengan pernyataan terbaru ini,Magyar mengirim sinyal jelas bahwa Hungaria di bawah kepemimpinannya tidak akan memberi ruang aman bagi Netanyahu.Jika Perdana Menteri Israel itu berani datang ke Hungaria, ia berisiko ditangkap dan diseret ke pengadilan di Den Haag.
Pernyataan Magyar ini juga menjadi pukulan diplomatik bagi Israel,karena Hungaria selama ini dikenal sebagai salah satu sekutu terkuat Israel di Uni Eropa.Kehilangan dukungan dari Hungaria berarti Israel kehilangan suara penting di blok Eropa yang selama ini sering menjadi "pelindung" bagi kebijakan-kebijakan kontroversialnya.
𝗟𝗮𝘁𝗮𝗿 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻𝗴 𝗦𝘂𝗿𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵 𝗜𝗖𝗖.
ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 𝗕𝗲𝗻𝗷𝗮𝗺𝗶𝗻 𝗡𝗲𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗵𝘂 pada November 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terkait dengan operasi militer Israel di Jalur Gaza. Surat perintah ini juga mencakup mantan Menteri Pertahanan Israel,𝗬𝗼𝗮𝘃 𝗚𝗮𝗹𝗹𝗮𝗻𝘁.
Sejak surat perintah dikeluarkan,Netanyahu membatasi perjalanan internasionalnya ke negara-negara yang bukan anggota ICC atau yang tidak akan mengeksekusi perintah tersebut. Hungaria di bawah Orban sebelumnya menjadi salah satu "tempat aman" bagi Netanyahu,tetapi kini pintu itu tampaknya mulai tertutup.
𝗥𝗲𝘀𝗽𝗼𝗻 𝗜𝘀𝗿𝗮𝗲𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗺𝗽𝗮𝗸 𝗗𝗶𝗽𝗹𝗼𝗺𝗮𝘁𝗶𝗸.
Hingga berita ini diturunkan,pemerintah Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai ancaman penangkapan dari Magyar. Namun,para analis memperkirakan bahwa Netanyahu kemungkinan akan membatalkan rencana kunjungan apa pun ke Hungaria di masa mendatang, atau hanya akan datang jika ada jaminan kekebalan yang diberikan oleh pemerintah Hungaria sesuatu yang kecil kemungkinan diberikan oleh Magyar.
Langkah Magyar ini juga bisa memicu ketegangan diplomatik antara Hungaria dan Israel, serta memperkuat posisi ICC di tengah upaya negara-negara tertentu untuk melemahkan pengadilan tersebut.
Liputan:*E'en Nst-Tim Redaksi Media-C45T*
