ApoBroeNews.Biz.id -- Manca Negara,Laporan intelijen saat ini di Israel menyebut,bahwa pemerintah ISRAEL dalam kondisi bingung hadapi lawannya dan langkah Prediksi nya meleset jauh, Sejak Awalnya Pesimis Menang,Dalam Gencatan Senjata Perang menghujam Negara IRAN,kini Setelah Amerika Serikat(AS) menyampaikan kepada Israel bahwa AS tidak tau cara menyelesaikan perang ini.
ISRAEL mulai Pusing Tujuh keliling tak ada yang membela dari Negara lain membantu Negara Zionis Yahudi Israel tersebut.Akibat Kesombongan dan ketamakan ingin menguasai Cadangan Alam Bumi milik Negara IRAN,Sekarang Negara Israel mulai Panik Negaranya diambang kehancuran.
AS juga dilaporkan mengakui bahwa, mereka saat ini terperangkap dalam perang yang tidak bisa di menangkan dan juga tidak bisa mereka akhiri di Gencatan Senjata Sudah Hampir jelang tiga pekan Negara IRAN semangkin Tangguh dan kuat dengan peralatan tempur nya.
Laporan dari media media barat seperti Reuters dengan publikasi terbatas akibat dilarang negara ISRAEL dan AS, namun awalnya sempat menyebut,bahwa jumlah korban Tentara AS Ribuan orang tewas dan juga tentara Israel,saat ini dalam perang melawan Iran sudah mencapai 150 orang lebih hanya dalam waktu 9 hari awal perang berlangsung sebelum nya.
Dan apabila kita melihat laporan versi Iran yang menyebut korban di pihak AS telah mencapai 680 orang kemungkinan itu bukan informasi yang misleading tapi bisa jadi kenyataan. Bahkan angkanya bisa lebih besar dari itu sampai pada Ribuan jiwa tewas bersama Rakyat Sipil nya.Trump ibarat pidato Tong Kosong nyaring bunyinya.BOP Isapan jempol belaka taktik mengelabui Negara-Negara Dunia,ungkapan,Pakar Politik Internasional di Sejumlah negara.
Yang harus dipahami Semua Dunia dengan baik,Omongan AS tak bisa di percaya,oleh semua orang saat Saat ini adalah,pemerintah AS Trump adalah pemerintah yang gemar berbohong,gemar koar koar, dan memiliki attitude yang sangat narsis,Trump adalah sosok yang punya masalah akut soal "kelainan kejiwaan". Sehingga kita sering melihat dia menyampaikan statement yang plin plan, berubah cepat,Drastis contoh nyata dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Termasuk klaim tentang keberhasilan mengalahkan Iran.
Para diplomat dan para negosiator di AS saat ini telah mencoba mencari cara agar bisa bernegosiasi dengan Iran. Tapi Iran menutup pintu dialog dan bersumpah akan terus melanjutkan perang.
Iran juga mengambil sikap tegas dengan mempelajari penutupan selat Hormuz secara permanen dan dalam waktu lama. Ini akan menambah kekhawatiran AS.
Jika kita menganalisa fakta yang ada saat ini, harga minyak dan energi dunia terus naik mencapai 30-40%, padahal Selat Hormuz saat ini belum ditutup 100% secara permanen. Iran hanya masih mengkontrol dan memberlakukan aturan ketat lalu lintas di selat ini.
Kondisi ekonomi global bisa terpukul lebih jauh, dan ekonomi AS sendiri, Eropa, dll bisa berdarah darah jika selat Hormuz ditutup permanen oleh Iran. Dampaknya akan sangat besar dan akan langsung memberikan tekanan kepada AS dan Trump itu sendiri. Saat ini saja, harga tiket pesawat secara global juga sudah mulai mengalami kenaikan efek GeoPolitik energi ini.
AS mengancam akan menyerang Iran 5x lebih kuat jika Iran menutup selat Hormuz, bukti Trump dalam mode panik dan khawatir jika Iran benar benar menutup selat Hormuz secara permanen.
AS terus mengalami Deadlock dalam upaya mencari cara bernegosiasi dengan Iran dan mencapai gencatan senjata. Karena Iran mengirim sinyal negatif dan tidak mau berdialog saat ini.
Setev Witkoff yang merupakan salah satu negosiator AS disamping Trump berupaya terhubung dengan Menlu Iran Abbas Araghchi, tapi juga negatif.
Yang perlu dipahami dengan baik saat ini oleh para pengambil kebijakan di Washington dan Tel Aviv adalah, keputusan gencatan senjata dan berhenti perang saat ini tidak berada di tangan presiden Iran atau Menlu Iran. Tapi sepenuhnya ada di tangan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Prediksi Pakar Politik internasional Menilai,perang Dunia III Akibat Ulah Negara Zionis Yahudi ISRAEL melakukan Penyerangan ke Negara IRAN tadinya Ingin menguasai Ekonomi Negara IRAN,Tetapi Pemimpin Negara ISRAEL dan (AS)Amerika Serikat Salah Prediksi karena Kerakusan serta Ketamakan Pemimpin Dunia,Akhirnya mereka berdua di Hujat oleh Negara Lain Akibat kegagalan nya beralibi mendirikan organisasi Board of Peace (BOP) tersebut,Ujar Tengku Zulkifli Usman
Akhirnya Langkah terakhir mereka tidak bisa bernegosiasi ke IRAN,Taktik Licik AS dan Israel tidak akan bisa terhubung dengan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut,pemimpin tertinggi Iran saat ini tidak punya opsi damai apapun dengan AS. Kebijakan Ayatollah Mojtaba Khamenei saat ini sangat jelas, perintah ke IRGC untuk melanjutkan serangan ke Israel dan AS tanpa henti.
Sayangnya Prabowo di Bodohi dan Terjebak Kebusukan Otak Dalang Donal Trump AS dan Netayahu Israel, Negara Indonesia jadi korban nya atas ketamakan serta kerakusan di suruh bayar uang Rp.16 Trilyun masuk jebakan Organisasi BOP(BOARD OF PEACE)Kini Negara lain menceritakan kejelekan Indonesia di mata Dunia termasuk organisasi PBB dan organisasi NonBlok.
Siapakah yang Patut di salah kan? Tentunya Prabowo di kecam semua petinggi negeri Indonesia dan Seluruh Rakyat Indonesia termasuk juga negara Asing tersebut.
", Prabowo Bodoh,Bernafsu ingin Menguasai Negara dan membodohi Seluruh RAKYAT INDONESIA,"Presiden Tak Becus mengurus rumah dan Negara nya Sendiri,Kutipan ultimatum Jenderal ISRAEL Terhadap Negara INDONESIA.
Ngaku nya Pinter ternyata Bodoh terhadap Politik internasional, jangan samakan Dunia Militer mu, dengan jabatan yang kau Emban,Terang Sejumlah Rakyat Indonesia yang Geram atas prilaku dan sikap bodoh si Prabowo!!!
Kemudian menyusul Perang ini akan mengalami Deadlock dan akan sangat sulit mencapai titik temu, sedangkan kondisi global akan terus kena imbas berat efek perang ini jika perang terus berlangsung lama.
Jatuhnya korban yang cukup besar di pihak AS seperti yang dilaporkan media barat tadi, plus kenyataan saat ini di Israel yang hancur akan sangat berdampak pada daya tahan Trump dan Netanyahu. Karena pada dasarnya perang ini tidak mendapatkan persetujuan rakyat mereka sendiri secara mutlak. Sekali lagi ini adalah perang pribadi Netanyahu, Trump, AIPAC, dan Epstein. Ini bukan perang mewakili Israel atau AS melawan Iran.
Jika jatuhnya korban di pihak AS lebih besar dimasa mendatang, maka ini akan jadi pukulan terberat bagi Trump, ini akan lebih memukul Trump dan Netanyahu melebihi pukulan rudal di Medan perang saat ini. Bahkan ini akan jadi pukulan terbesar bagi AS dalam konflik di timur tengah.
Jika anda melihat kondisi ril Israel saat ini, semua lini kehidupan lumpuh, korban yang besar terus berjatuhan, bangunan dan infrastruktur hancur tak terbayangkan, dan semua ini karena kesalahan perhitungan dari Netanyahu dan kabinetnya.
AS sendiri juga mengalami pukulan sangat berat, semua Pangkalan militer AS di seluruh kawasan teluk saat ini tidak ada yang tidak hancur bersama dengan semua aset militer mereka yang bernilai puluhan miliar dolar. dan Iran memaksa AS mengevakuasi lebih 36.000 warganya di timur tengah dan harus menyewa lebih dua lusin pesawat untuk evakuasi mereka agar tidak menjadi korban Iran.
Trump dan Netanyahu salah kalkulasi, mereka mengira perang ini bisa dimenangkan dengan mudah dan mereka bisa segera keluar dari Iran seperti mereka keluar dari Venezuela. Dan semua itu salah total.
Trump dan Netanyahu tidak pernah belajar dari pada pendahulu mereka. Sudah ada puluhan pemimpin Israel dan 7x pergantian pemerintahan di AS sejak 1979 yang telah berupaya membongkar pemerintahan Iran.
Nyatanya mereka semua tidak berhasil membongkar pemerintah Iran sampai saat ini.Trump dan Netanyahu terjebak pada ego pribadi dan sikap narsis yang akan menghancurkan Negara AS dan Negara Israel milik mereka sendiri, Bahkan Merusak Citra ngaku Negara Adikuasa,Akhirnya kepercayaan Negara-Negara lain Pupus sikap Sombong TRUMP,dalam jangka waktu panjang efek perang ini.Termasuk Organisasi PBB menilai AS dan ISRAEL Kongkalikong ingin merampas negara orang lain.
Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*








