ApoBroeNews.Biz.id -- Jakarta,Nitizen's Meminta kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar segera bertindak Tegas dan Trasparan dalam penanganan kasus Perkara Teror ke masyarakat Sipil Indonesia, termasuk multi fungsi BAIS bertugas di Satuan nya Wajib di Tindak Tegas, Selain itu,BAIS dan BIN mulai Jarang di Fahami oleh Masyarakat Indonesia.Banyak yang gagal paham bedanya dengan BIN. Masalahnya bukan cuma soal inisial, tapi soal "Alat Perang" yang salah sasaran.Kasus air keras Andrie Yunus (KontraS) adalah alarm bahaya buat demokrasi kita.Mari luruskan Tugas nya: BIN itu intelijen negara (sipil) di bawah Presiden.Minggu(22/03/2026).
Wajib di Fahami Rakyat atau Masyarakat Indonesia,Tapi BAIS (Badan Intelijen Strategis) itu murni militer di bawah Panglima TNI. Tugasnya ? Intelijen pertahanan,tempur, dan lawan ancaman militer asing. BUKAN urusi aktivis sipil.Kenapa keterlibatan Kapten NDP dan Lettu SL (Denma Bais) di kasus air keras itu SKANDAL BESAR ?
Nitizen's Wajib Fahami Beda Tugas BIN dan BAIS TNI-AD ini Tugasnya Mal fungsi INTELIJEN TEMPUR di Ranah SIPIL!!!.
(1)--BIN artinya Serta Tugasnya,BIN adalah singkatan dari Badan Intelijen Negara, lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bertugas mengoordinasikan kegiatan intelijen nasional.Dalam konteks keamanan dan militer, BIN melakukan penyelidikan, pengamanan,dan penggalangan di dalam maupun luar negeri untuk mendukung pertahanan negara.
Poin Penting BIN dalam Konteks Militer/Keamanan:
Fungsi: BIN merumuskan kebijakan intelijen, menyusun analisis untuk pemerintah, dan melakukan operasi intelijen.
Koordinasi: BIN mengoordinasikan berbagai intelijen, termasuk intelijen TNI (BAIS), intelijen Polri, dan Kejaksaan.
Pimpinan: Seringkali dipimpin oleh perwira tinggi militer aktif atau purnawirawan (TNI).
Perbedaan dengan BAIS TNI: BIN adalah intelijen negara (level tertinggi/pemerintah),sedangkan BAIS (Badan Intelijen Strategis) adalah intelijen khusus pertahanan militer.
Secara konstitusional, BIN bukanlah pasukan bersenjata seperti TNI, melainkan intelijen strategis.
(2)--BAIS Artinya serta Tugasnya,BAIS TNI adalah singkatan dari Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia. Sebagai lembaga intelijen militer utama di bawah Mabes TNI,BAIS bertanggung jawab langsung kepada Panglima TNI untuk menyelenggarakan intelijen strategis, melakukan deteksi dini ancaman,serta menyusun analisis untuk pertahanan negara.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai BAIS TNI:
Tugas Utama: Melakukan kegiatan intelijen strategis, pembinaan kekuatan, dan kemampuan intelijen militer untuk mendukung tugas pokok TNI.
Fungsi: Mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan informasi strategis terkait pertahanan dan keamanan negara (jangka pendek hingga panjang).
Pimpinan: Dipimpin oleh Kepala BAIS TNI (Kabais) yang merupakan perwira tinggi berbintang tiga (Letjen,Laksdya, atau Marsdya).
Struktur: Bagian resmi dari Markas Besar TNI yang diatur melalui peraturan presiden dan mencakup berbagai direktorat intelijen, seperti intelijen luar negeri, dalam negeri,siber,dan satuan induk.
Konteks: Sering disebut sebagai "mata dan telinga" Panglima TNI dalam menjaga kedaulatan dari ancaman luar maupun dalam
Dikutip dari laman beberapa Sumber,BAIS bertugas Sangat Rahasia Karena personel Bais itu dilatih teknik surveillance dan operasi tingkat tinggi untuk menghadapi MUSUH NEGARA.Kalau dipakai buat nyiram air keras ke rakyat,itu Malfungsi Sistemik Teror murni Kriminilisasi dan Intimidasi niat ingin menghabisi nyawa orang lain.
Wajib kita Fahami Ingat Pasal 65 ayat (2) UU TNI :
",Prajurit tunduk pada peradilan UMUM untuk pidana umum.Menyiram air keras bukan tugas militer, itu kriminal murni.Jangan sampai status"Prajurit Intelijen" jadi tameng untuk "Berpindah Medan", ke pengadilan militer yang tertutup.
Operasi intelijen strategis (Gal/Penggalangan) tujuannya melemahkan mental lawan.Polanya mulai terbaca :--1.Jakarta : Air keras (Andrie Yunus).--2. Deli Serdang : Teror Kepala Anjing (Palti Hutabarat).
Keduanya suara kritis,keduanya diteror secara profesional.Kebetulan ? Sulit dipercaya.Di "Republik Komorbid" ini, garis batas intelijen sipil dan militer sengaja dibuat kabur.
Militer harusnya di barak atau perbatasan, bukan di jalanan Menteng atau di depan rumah warga sipil di Deli Serdang.Pajak rakyat buat pertahanan, bukan buat intimidasi kawan sendiri.Kami menuntut TGPF Independen ! Jangan biarkan Bais memeriksa Bais.Buka siapa "Sutradara" yang kasih perintah ke para perwira itu.
Solidaritas tanpa batas untuk Andrie Yunus dan Palti Hutabarat. Nitizen's menyerukan agar ada AKSI nya,Jangan biarkan mereka menang dengan rasa takut.Banyak yang tanya, kenapa pergerakan aktivis gampang banget dipantau ? Jawabannya jelas bahwa Struktur Teritorial (Koter).TNI punya struktur paralel dari Provinsi (Kodam) sampai Desa (Babinsa).
Ini "Negara di dalam Negara".Di desa ada Lurah dan Bhabinkamtibmas (Polri),tapi kenapa harus ada juga Babinsa ?ini jawaban jelas nya.Apa Perbedaan BIN dan BAIS fungsi dan maksud dalam bentuk aktivitas tugas nya.
Sementara itu,Fungsi 'Pembinaan Teritorial' ini sering jadi tameng buat intelijen militer memantau warga yang kritis.Data dari gang sempit desa mengalir sampai ke meja perwira BAIS di Jakarta.Kasus air keras Andrie & Teror Kepala Anjing Palti membuktikan : Gurita Koter ini efektif banget buat surveillance.
Multi fungsi BAIS bertugas bagi Mereka punya 'mata' di setiap sudut.Pajak kita dipakai buat membiayai struktur yang justru dipakai untuk mengintimidasi suara kita sendiri.Republik Komorbid ini gak akan sehat kalau militer masih 'ngantor' di tingkat desa.
Militer harusnya fokus di perbatasan & pangkalan, bukan sibuk urusin siapa yang kritis di medsos atau siapa yang rilis data pelanggaran HAM. Menurut Nitizen's Meminta kepada Presiden RI Prabowo untuk Kembalikan TNI ke barak bagi yang Anarkis Terhadap Rakyat Sipil bila perlu Pecat Tidak Dengan Hormat(PTDH).
Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*



