ApoBroeNews.Biz.id -- Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem tidak faham pertanyaan besar daerah Pusat Jakarta,hal ini di ketahui terkait surat permintaan bantuan penanganan bencana Aceh kepada dua lembaga di bawah PBB yakni United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children's Fund (UNICEF).Rabu(17/12/2025).
Wajarlah,di Aceh Selalu lambat di bantu bila ada bencana alam,'Setai saya para relawam melaporkan kmke PBB, tentunya sikap tegas sejumlah LSM yang ada di Aceh melakukan aksinya agar pemerintah Indonesia wajib menjalankan fungsi nya,'kata Mualem saat diwawancarai awak media,di Banda Aceh, Selasa (16-12-2025).
Pernyataan itu disampaikan Mualem usai menerima secara simbolis bantuan kemanusiaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang di nilai lambat untuk diserahkan ke masyarakat bencana Alam di Aceh Tamiang dan sekitarnya yang telah ada dari mereka Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, di kantor Gubernur Aceh,di Banda Aceh.
Terkait pernyataan Mualem ini, Juru Bicara Pemprov Aceh Muhammad MTA menjelaskan bahwa terjadi kesalahpahaman,Surat pemerintah Aceh bukan kepada Pemerintah Pusat melainkan ke PBB, terutama kepada UNDP dan UNICEF, dan mereka pas sekali ada di Indonesia.
Ada salah pemahaman, itu untuk lembaga yang ada di Indonesia,bukan untuk PBB, tapi yang terbangun seakan-akan Gubernur kirim surat ke PBB, itu lembaga yang sudah ada. Karena mereka juga ada program di Aceh,' kata Muhammad MTA.
Ia menjelaskan bencana Aceh masih berstatus tingkat provinsi, pemerintah pusat dalam hal ini melakukan supervisi dan menjadi prioritas. Karena ini status bencana provinsi, lanjut dia,maka Pemerintah Aceh memandang perlu melakukan langkah-langkah penting, salah satunya mengundang beberapa lembaga yang konsen terhadap penanganan kebencanaan, termasuk program pemulihan pasca-bencana.
Seperti UNICEF,kata dia,mereka masih ada program pendampingan perlindungan anak di Aceh sampai April. Karena itu Pemerintah Aceh yang menjadi pilar utama penanganan bencana, penting melakukan dan mengundang mereka tetap eksis di Aceh, apalagi pengalaman bencana yang mereka tangani dulu.
Liputan:*Tim Redaksi Media-C45T*
