Scroll Untuk Baca Berita Gambar Konten
EUR to USD: 1.18122 +0.00170 (+0.14%) GBP to USD: 1.27450 +0.00230 (+0.18%) USD to JPY: 149.23 -0.15 (-0.10%) AUD to USD: 0.66890 +0.00050 (+0.07%) USD to CAD: 1.35670 -0.00080 (-0.06%) USD to CHF: 0.88340 -0.00030 (-0.03%) CNY to USD: 0.13860 +0.00010 (+0.07%) INR to USD: 0.01200 +0.00002 (+0.17%) IDR to USD: 0.000065 +0.0000001 (+0.15%) SGD to USD: 0.74230 +0.00040 (+0.05%) MYR to USD: 0.21450 +0.00020 (+0.09%) THB to USD: 0.02830 +0.00003 (+0.11%) VND to USD: 0.000042 +0.00000005 (+0.12%) KRW to USD: 0.000750 +0.000001 (+0.13%) BRL to USD: 0.19230 +0.00030 (+0.16%) MXN to USD: 0.05890 +0.00010 (+0.17%) RUB to USD: 0.01090 +0.00002 (+0.18%) ZAR to USD: 0.05340 +0.00004 (+0.08%) AED to USD: 0.27230 +0.00001 (+0.004%) SAR to USD: 0.26670 +0.00001 (+0.004%) TRY to USD: 0.03120 +0.00005 (+0.16%)

Trump Sok Muji kehebatan IDF dan Operasi Mossad,"Akhirnya Gagal Total Menggulingkan Pemerintah IRAN,"Retorika NOL Pemimpin Dunia Tertawa !!!

ApoBroeNews.Biz.id --- Manca Negara,Sejak tahun lalu sebelum perang 12 hari, Iran telah memperingatkan, jika pecah perang dengan AS dan Israel,Iran akan menutup Selat Hormuz. Dan AS meremehkan peringatan itu. 

Terlalu Sepele Kekuatan Militer Tempur Negara IRAN,Awalnya AS menganggap IRAN tidak mampu,Akhirnya Selat Hormuz benar benar ditutup oleh Iran dan selama perang 40 hari,Selat Hormuz benar benar tidak bisa dibuka AS, dan sekaligus menjadi kartu penting bagi kemenangan IRAN,Senin(20/04/2026). 

Sejak awal,Almarhum Ali Khamenei juga telah menegaskan,bahwa jika Pecah Perang Dunia Melawan dengan AS dan ISRAEL,Perang kali ini,benar benar akan terjadi Secara Regional,Perang regional. Politik Propaganda AS dan ISRAEL juga meremehkan statement Ali Khamenei Pemimpin Negara IRAN tersebut.

Akhirnya perang regional itu juga pecah walaupun Proxi IRAN belum all out saat ini, Yaman dan Irak Belum all out ikut perang saat Israel dan AS sudah habis habisan dengan semua kemampuan.IRAN bersama Pasukan Tempur Militer masih Tegak walaupun tanpa bantuan Proxi dari Negara YAMAN dan IRAK secara all out. 

Trump dan Netanyahu meremehkan semua kondisi awal dan meremehkan kekuatan Iran. Kemudian AS dan Israel sadar akan kekuatan perang hari ini,dan melihat sendiri durabilitas Iran di medan perang, kesadaran yang sudah terlambat. 

Iran menguasai seluruh Selat Hormuz dan AS dibikin tidak berdaya, IRAN mengaktifkan sebagian Proxi, tapi ISRAEL sudah babak belur. Bisa dibayangkan,jika Yaman,HMS, dan Irak ikutan perang all out seperti Iran dan HZB selama 40 hari kemarin, Pengamat Politik internasional Menilai Kekuatan Militer AS dan ISRAEL tiada Sebanding karena Kekuatan Militer Tempur Negara IRAN Sungguh Luar Biasa Dahsyat nya.

Sementara Pasukan Tempur Militer Omon-omon Netanyahu dan Trump terlalu percaya diri, banyak Spekulasi Retorika Tanpa Bukti,bahwa IRAN di anggap nya tidak KUAT, berasumsi bahwa IRAN mudah ditaklukkan,tapi setelah perang berlangsung 2 pekan,Trump mulai menyalahkan penasehatnya,mulai cari kambing hitam sekutunya di eropa karena tidak ikut membantu,semua ini untuk menutupi kekalahan mereka bahkan sejak pekan kedua perang. 

Netanyahu yang sesumbar mampu menggulingkan pemerintah IRAN,dan sudah bolak balik ke gedung putih sebelum perang pecah untuk meyakinkan Trump agar menyerang Iran,Sekarang harus mengakui realitas bahwa ISRAEL kalah telak dan hanya mampu meminta tolong ke AS agar ISRAEL tidak lenyap dengan balistik IRAN lanjutan.

Kondisi di lapangan saat ini justru berbalik total,Semua ancaman Trump tidak mempan, semua strategi Netanyahu mentah,dan semua kehebatan IDF dan operasi Mossad gagal total menggulingkan pemerintah Iran. 

Trump malu ke Semua Pemimpin Negara Dunia, karena Nafsu ingin Menguasai Negara Orang lain,Semua misi AS dan Israel sejak awal perang satupun tidak tercapai,mulai dari regime change,pemusnahan Uranium,pelucutan Balistik,penghentian program nuklir,untuk membuka Selat Hormuz,melemahkan Proxi. Tak satupun misi ini tercapai hingga detik ini.

Iran bukan hanya tegak,tapi mampu bangkit kembali setelah dipukul keras, bangkit lebih kuat dengan tekad lebih membaja untuk mengalahkan kesombongan Trump dan Netanyahu.

Iran mendikte di lapangan,mau lanjut perang ok, mau berhenti dan menuju negosiasi juga ok, tapi AS dan Israel jangan pernah bermimpi bisa memaksakan kehendak mereka terhadap bangsa Iran, baik dengan cara perang atau lewat meja dialog. Semua cara akan sia sia dan Iran tidak akan mau tunduk.

IRGC hari ini jauh lebih kuat mengontrol pemerintah Iran, IRGC bukan badan negosiasi, IRGC adalah lembaga perang, IRGC tidak kenal negosiasi,IRGC hanya paham bahasa balistik dan Hipersonik untuk diarahkan ke AS dan Israel kapan saja.

Negosiasi boleh saja selama kepentingan Iran bisa didapatkan,Tapi penguasa mutlak Iran saat ini adalah IRGC dengan Mazhab perang dan hanya ingin mengalahkan musuh dengan kekuatan.Bukan dengan dialog.

Trump dan Netanyahu dipaksa sadar akan realitas, bahwa apapun yang akan mereka lakukan saat ini dan apapun kebijakan yang akan mereka ambil,Sudah tidak lagi memiliki efek deterrent terhadap Iran. 

AS dan Israel hanya punya dua pilihan saat ini, melanjutkan perang dengan skala lebih besar untuk menundukkan Iran dengan kekuatan,atau mengakui kalah dan menyerah keluar dari Iran dengan mengganti semua kompensasi perang ke Iran.

Perang besar saat ini juga sudah tidak relevan,Trump sendiri tadi siang mengatakan,bahwa perang darat besar besaran akan langsung menempatkan tentara AS dalam posisi terancam mati di depan senapan dan balistik Iran dengan mudah.

Dari retorika ingin menghancurkan peradaban Iran,sekarang menuju retorika ajakan damai terus menerus yang ditolak Iran.Dari retorika "regime change" sekarang menuju realita "nothing change"  di lapangan. Kondisi yang membuat Trump frustasi sekaligus bingung mau keluar lewat pintu mana dari perang ini.

Liputan:*E'en Nst--Tim Redaksi Media-C45T*

Baca Juga
Baca Juga

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak