ApoBroeNews.Biz.id --- Sejarah Palestina dan Iran,Kutipan,Wikipedia dalam Catatan Singkat Sejarah,Perang Dunia III, terprediksi di Surat Alquran,maka Intel-intal Israel dan Intel Amerika Serikat(USA)Berteriak Mengkafirkan Negara IRAN,Namun Warga Masyarakat Persia Siap Menghadapi Hal tersebut dalam Perang yang di Hadapi nya,Tertuang pada isi Bacaan Alquran Tercantum di Akhir Mendekati Zaman Canggih Teknologi Rudal balistik Nuklir.
Sejarah Umat Islam dan Ketika kita membaca kitab suci Al-Qur'an, menelisik Pada hadits Bukhari dan Muslim di pesantren, pernahkah kita sadar bahwa kedua imam agung itu adalah Asal orang Persia? Bahwa sebagian besar ulama yang mewariskan ilmu Nabi lahir dari tanah yang dulu disebut Persia, kini bernama Iran? Berhubungan juga terkait Negara Palestina, Tetapi Ironisnya,masih ada umat Islam yang meragukan Iran hanya karena perbedaan mazhab atau pengaruh propaganda Barat. Padahal fakta sejarah membuktikan:Iran bukan bagian asing dari Islam, darah mereka telah berpadu secara fisik dengan darah Nabi Muhammad SAW.
Hubungan ini bukan sekadar simbolis, tapi ikatan nasab yang nyata dan terus berlanjut hingga hari ini.
Mazhab dalam Islam adalah metode (manhaj), aliran,atau pokok pikiran yang dirumuskan oleh seorang Imam Mujtahid dalam menggali hukum Islam (fikih) dari sumber utamanya,yaitu Al-Qur'an dan Hadis. Mazhab bukan sekadar pendapat pribadi, melainkan kumpulan sistem hukum yang terstruktur, mencakup kaidah-kaidah ijtihad yang digunakan untuk memahami ajaran agama.
mazhab artinya dalam islam,Mazhab dalam Islam adalah metode (manhaj), aliran, atau pokok pikiran yang dirumuskan oleh seorang Imam Mujtahid dalam menggali hukum Islam (fikih) dari sumber utamanya, yaitu Al-Qur'an dan Hadis. Mazhab bukan sekadar pendapat pribadi, melainkan kumpulan sistem hukum yang terstruktur, mencakup kaidah-kaidah ijtihad yang digunakan untuk memahami ajaran agama.
al-Afkar, Journal For Islamic Studies +3
Berikut adalah poin-poin penting mengenai mazhab:
Secara Bahasa: Mazhab berasal dari bahasa Arab dzahaba yang berarti jalan yang dilalui atau dilewati.
Fungsi: Mazhab berfungsi sebagai pedoman bagi umat Muslim untuk menerapkan hukum Islam dalam ibadah, muamalah (transaksi), dan kehidupan sehari-hari.
Perbedaan: Mazhab muncul karena perbedaan metode dalam menafsirkan dalil, situasi sosial, dan konteks sejarah, bukan perbedaan dalam akidah dasar.
4 Mazhab Utama (Sunni):
Mazhab Hanafi: Didirikan Imam Abu Hanifah, terkenal fleksibel, banyak diikuti di Asia Selatan.
Mazhab Maliki: Didirikan Imam Malik, menekankan tradisi penduduk Madinah.
Mazhab Syafi'i: Didirikan Imam Syafi'i, dominan di Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Mazhab Hanbali: Didirikan Imam Ahmad bin Hanbal,sangat berpegang teguh pada nash.
Wikipedia +5
Mengikuti salah satu dari empat mazhab ini diperbolehkan dalam Islam sebagai cara untuk memahami ajaran agama dengan benar.
Empat mazhab utama dalam fikih Islam Sunni Hanafi, Maliki, Syafi'i,dan Hambali adalah metode ijtihad hukum berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah yang didirikan oleh Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad bin Hambal. Mazhab-mazhab ini diakui secara luas, memiliki ciri khas ijtihad masing-masing, dan menjadi rujukan utama tata cara ibadah umat Muslim.
Berikut adalah penjelasan mengenai arti mazhab dalam Islam,konsepnya, serta penjelasannya dalam konteks Al-Qur'an:
1. Arti Mazhab dalam Islam.
Secara Bahasa (Etimologi): Kata "Mazhab" berasal dari bahasa Arab (dzahaba-yadzhabu-dzahaban-madzhaban) yang berarti jalan, tempat yang dilalui, atau arah yang ditempuh.
Secara Istilah (Terminologi): Mazhab adalah aliran pemikiran, metode, atau pendapat hukum fikih yang dirumuskan oleh seorang imam mujtahid (alim besar) dalam memahami ajaran Islam berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an dan hadis.
Mazhab merupakan sistem hukum fikih yang rujukan utamanya adalah metode ijtihad imam tertentu (seperti Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali) yang kemudian dibakukan oleh murid-muridnya.
mazhab artinya dalam islam dalam Alquran termaktub,Berikut adalah penjelasan mengenai arti mazhab dalam Islam, konsepnya, serta penjelasannya dalam konteks Al-Qur'an:
1. Arti Mazhab dalam Islam.
Secara Bahasa (Etimologi): Kata "Mazhab" berasal dari bahasa Arab (dzahaba-yadzhabu-dzahaban-madzhaban) yang berarti jalan, tempat yang dilalui, atau arah yang ditempuh.
Secara Istilah (Terminologi): Mazhab adalah aliran pemikiran, metode, atau pendapat hukum fikih yang dirumuskan oleh seorang imam mujtahid (alim besar) dalam memahami ajaran Islam berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an dan hadis.
Mazhab merupakan sistem hukum fikih yang rujukan utamanya adalah metode ijtihad imam tertentu (seperti Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali) yang kemudian dibakukan oleh murid-muridnya.
2. Mazhab dalam Al-Qur'an.
Kata "Mazhab" secara literal (harfiah) memang tidak tertulis secara spesifik dalam ayat Al-Qur'an. Namun, konsep bermazhab (mengikuti metode ahli ilmu) didasarkan pada prinsip-prinsip umum dalam Al-Qur'an mengenai kewajiban bertanya kepada orang yang berilmu.
Konsep ini dirujuk pada:
QS. An-Nahl: 43 & QS. Al-Anbiya: 7:
"...maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui."
Maknanya: Orang awam diperintahkan untuk mengikuti (bertaklid/bermazhab) kepada ulama/mujtahid yang ahli dalam memahami dalil.
Konsep "Jalan" (Sabil): Secara konseptual, mazhab adalah jalan yang ditempuh untuk memahami Islam. Al-Qur'an memerintahkan umat untuk mengikuti jalan orang-orang yang beriman atau orang-orang yang bertaubat (menuju Allah).
Di kutip dari Catatan Singkat Sejarah,Ketika pasukan Umat Islam di masa Khalifah Umar bin Khattab menaklukkan Persia, tidak terjadi pemusnahan,melainkan perpaduan agung dua peradaban umat.
Putri terakhir Kisra Persia, Syahrbanu, dinikahkan dengan Husain bin Ali, cucu kesayangan Rasulullah. Dari rahim putri Persia itu lahir Ali Zainal Abidin, Imam keempat yang dihormati kaum muslimin. Artinya,seluruh Imam keturunan Husain adalah darah daging Persia dari pihak ibu. Mereka adalah bukti hidup bahwa Islam dan Persia telah menyatu dalam ikatan keluarga yang tidak terputus. Imam Ja'far Shadiq, Imam Musa Kadzim, hingga Imam Mahdi yang diyakini, semuanya mewarisi darah Persia.
Jadi ketika kita bicara Iran,kita sedang bicara tentang sanak saudara kita sendiri, keturunan Nabi yang lahir dari rahim ibu-ibu Persia.
Dalam sejarah keilmuan Islam,bangsa Persia menjadi pilar utama.Nabi Muhammad Saw bersabda, "Seandainya iman itu berada di gugusan bintang Tsurayya, niscaya orang-orang dari Persia akan meraihnya."Terbukti,Siapa yang membukukan hadits-hadits Nabi? Imam Bukhari,Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Tirmidzi,Imam Nasa'i, Ibnu Majah, semuanya dari Persia.
Siapa yang merumuskan Tata Bahasa Arab agar Al-Qur'an terbaca benar? Imam Sibawaih orang Persia. Siapa ulama tasawuf, filsafat,kedokteran,dan astronomi yang mengharumkan Islam? Rata-rata keturunan Persia.
Ironis jika ada muslim yang merendahkan Iran, padahal ilmu agamanya diwarisi dari ulama Persia. Tanpa mereka,kita mungkin masih bingung membedakan hadits shahih dan dhaif. Darah intelektual Persia mengalir dalam pembuluh darah keilmuan Islam.
Lalu bagaimana dengan realitas politik hari ini? Perhatikan peta Timur Tengah. Negara-negara Arab tidak sungkan-sungkan menjalin hubungan mesra dengan Israel. Normalisasi terjadi di mana-mana. Yang dulu vokal membela Palestina,kini diam seribu bahasa. Di tengah hipokritisme itu, siapa yang masih berani teriak anti-Israel? Siapa yang masih memasok senjata ke Hamas? Siapa yang konsisten membangun poros perlawanan dari Teheran hingga Beirut? Jawabannya hanya satu: Iran. Dukungan mereka kepada Palestina bukan basa-basi politik,tapi doktrin ideologis sejak Revolusi Islam 1979.
Mereka tidak pernah mengakui Israel,tidak pernah menjual Palestina demi investasi, dan tidak takut ancaman AS.Membela Iran berarti membela diri sendiri,Membela Quds, dan membela harga diri umat Islam yang terinjak-injak. Jika propaganda Barat berhasil menjatuhkan Iran dan Palestina,Tamatlah riwayat perlawanan terhadap Zionis Dzolim yang merusak Reputasi Citra Umat Muslim Islam Se-Dunia, karena Sudah Banyak Penderitaan Umat Muslim Islam di kawasan tersebut,Silsilah Darah Nabi yang mengalir di Iran layak kita bela,bukan karena fanatisme mazhab, tapi karena ikatan kekerabatan dan perjuangan yang sama.
Liputan:*E'en Nst --Tim Redaksi Media-C45T*

